Headline

Penerimaan Bea Cukai Capai 131 Persen

Kepala KPPBC Tarakan Minhajuddin Napsah saat memberikan keterangan di DJPb Kaltara, (19/1/2021). (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Berdasarkan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020, terdapat penerimaan negara yang tercatat yang masuk kas negara. Salah satunya penerimaan bea dan cukai. Di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pendapatan bea cukai tercatat di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) TMP B Tarakan dan KPPBC TMP C Nunukan.

Realisasi penerimaan bea dan cukai merupakan realisasi penerimaan netto yang terdiri dari bea masuk, bea keluar, dan cukai. Termasuk sanksi, denda administrasi, serta pungutan lainnya. Disampaikan oleh Kepala KPPBC TMP B Tarakan, Minhajuddin Napsah, penerimaan bea cukai dari tiga komponen itu di Kaltara mencapai 131,95 persen atau sebesar Rp51,8 miliar.

“Target penerimaan tahun 2020 sebesar Rp39,3 miliar dan realisasinya sebesar Rp51,8 miliar atau 131,95 persen. Dibandingkan tahun sebelumnya (2019) mengalami peningkatan, dimana dari target Rp25,4 miliar dan realisasinya sebesar Rp24,2 miliar atau 95,41 persen,” ungkapnya.

Lanjutnya, selain pungutan negara dari bea cukai, terdapat pula penerimaan dari pajak, dalam rangka impor dan ekspor. Yakni pungutan negara atas Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) dan ekspor sebesar Rp132,19 miliar pada tahun 2020. Juga lebih tinggi dari tahun 2019 sebesar Rp144,51 miliar.

“Sehingga total penerimaan negara yang dikelola sebesar Rp213,5 miliar di tahun 2020 dan Rp193,4 miliar di Tahun 2019,” sebutnya.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan APBN tahun 2020. Yakni situasi Pandemi Covid-19 yang berimbas pada pelemahan kinerja perekonomian khususnya menurunnya devisa ekspor. Kemudian dalam situasi tersebut, sejumlah negara tujuan ekspor menerapkan karantina wilayah sehingga mendisrupsi logistik.

Selain itu, importasi barang dengan skema perdagangan internasional, serta adanya pembebasan biaya masuk atas impor barang dan bahan untuk pembangunan industri dalam rangka penanaman modal.  “Namanya ekspor dan impor banyak dipengaruhi faktor eksternal. Termasuk situasi perdagangan internasional,” ujar Minhajuddin Napsah. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah