Nunukan

Pendapatan dan Belanja di APBD Nunukan Seimbang

Wakil Bupati Nunukan  menyampaikan rancangan KUA PPAS Perubahan APBD 2021. (foto Asrin)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Pemkab Nunukan menyampaikan rancangan KUA PPAS Perubahan APBD tahun 2021, Jumat (24/9/2021) siang. Rancangan itu disampaikan Wakil Bupati Nunukan H Hanafiah di Rapat Paripurna DPRD Nunukan, yang dipimpin Ketua DPRD Nunukan Hj Leppa.

Hanafiah menyampaikan, pembahasan APBD Perubahan melalui KUA PPAS masih panjang. Sebab,  akan dibahas secara bersama-sama dengan DPRD Nunukan.

“Sebenarnya, tetap seimbang antara belanja dan pendapatan. Itu tidak masalah. Nah, yang masalah itu, kalau pendapatan lebih kecil dan belanja lebih besar,” jelasnya.

Dia menjelaskan, bahwa pendapatan yang diproyeksi Rp1,296 triliun mengalami kenaikan menjadi Rp1,339 triliun atau 3,29 persen.

Kenaikan pendapatan ini berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan dan pendapatan lain-lain yang sah.

“PAD, semula dianggarkan Rp110,746 miliar mengalami perubahan menjadi Rp113,746 miliar atau 2,71 persen. Komposisi ini terdiri dari pajak daerah, yang semula Rp33,292 miliar naik menjadi Rp36,292 miliar, retribusi daerah tidak mengalami perubahan, tetap di angka Rp3,773 miliar.  Kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan juga tidak mengalami perubahan, tetap Rp5,100 miliar,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, pendapatan transfer semula Rp1,183 triliun bertambah Rp1,190 triliun.

“Lain-lain pendapatan yang sah semula Rp3 miliar bertambah 35,482 miliar. Pendapatan ini dari pendapatan hibah dan lain-lain pendapaan seusai ketentuan UU,” bebernya.

Untuk belanja daerah, dia menyampaikan semula diproyeksi Rp1,324 triliun, kini bertambah Rp1,372 triliun atau 3,64 persen. Belanja daerah terdiri dari belanja operasi yang semula sebesar Rp830,395 miliar, bertambah Rp895,847 miliar.

“Untuk belanja operasi ini terbagi lagi, yakni belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja subsidi, belanja hibah dan belanja bantuan sosial,” bebernya.
Selanjutnya, kata dia,  belanja modal semula dianggarkan Rp217,995 miliar, berkurang menjadi Rp201,764 miliar.

Belanja modal ini terdiri dari belanja modal tanah, belanja modal peralatan dan mesin, belanja modal bangunan dan gedung, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan serta belanja modal aset tetap lainnya.

“Lalu, belanja tak terduga yang semula Rp14,586 miliar berkurang menjadi Rp10,032 miliar. Kemudian belanja bantuan keuangan sebesar Rp 261,456 miliar bertambah menjadi Rp264,932 miliar,” kata dia.

Sementara itu, pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya diproyeksi Rp30,486 miliar, namun setelah diaudit BPK RI bertambah menjadi Rp35,986 miliar atau bertambah 20,02 persen.

“Kemudian pengeluaran pembiayaan yang semula Rp3 miliar berupa penyertaan modal kepada PDAM tidak ada perubahan,” kata dia. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

 

TOPIK TERKAIT:

Anggaran Belanja Nunukan Rp1,1 Triliun

Bahas APBD P,  DPRD Fokus Bayar Utang dan Penanganan Covid-19

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment