Malinau

Pendaftaran Program Desa Sarjana Dimulai 13 Oktober

Sekda Malinau Dr. Ernes Silvanus saat menyosialisasikan tentang Desa Sarjana di Malinau Kota. (foto: Sollaimansyah)

MALINAU, Koran Kaltara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Malinau melalui tim seleksi penerimaan akan membuka pendaftaran program Desa Sarjana yang dimulai pada 13-31 Oktober.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah, Dr. Ernes Silvanus usai melakukan rapat koordinasi dengan 11 tim seleksi terdiri dari Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, LP3M, Direktur Politeknik Malinau dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra serta pemangku kepentingan lainnya.

Dia mengatakan, tim teknis telah menyepakati jadwal pendaftarannya. Sedangkan pedoman petunjuk teknis telah tersedia.

“Jadi hasil dari rapat koordinasi itu setiap tim mempelajari persyaratan untuk peserta program Desa Sarjana yang di mulai Oktober ini,” jelas Ernes kepada Koran Kaltara, Selasa (12/10/2021).

Secara teknis, kata Ernes, tim akan menyampaikan ketentuan melalui WhatsApp.

Lalu, tim akan menerbitkan surat edaran dan disebarkan ke RT, desa dan lembaganya serta empat kecamatan.

“Surat edaran ini untuk menghindari  informasi-informasi atau berita hoaks. Jadi lewat WhatsApp dan surat edaran,” ungkapnya.

Menurut dia, tim seleksi akan menyediakan sekretariat untuk tempat konsultasi bagi peserta yang masih kurang mendapatkan informasi.

“Nah, sekretariatnya langsung di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,” katanya.

Selanjutnya, seluruh peserta yang mendaftar akan mengikuti tes tertulis dan wawancara.

“Saat ini tim sedang mempersiapkan soal tertulis dan wawancara,” katanya.

Untuk tes tertulis, kata dia,  ada beberapa kategori yang akan dimasukkan. Mulai dari wawasan umum kebangsaan, intelegensi dan kepribadian.

“Nanti akan ditambahkan  esai yang bertema desa dan potensi serta permasalahannya,” jelasnya.

Menurut dia, bobot nilai untuk tertulis ganda berkisar 25 poin dari 70 soal.

“Ya, sekitar 40 persen. Untuk esai tidak mempengaruhi nilai nantinya. Tapi tim hanya ingin mengetahui kemampuan peserta,” jelasnya.

Dia mencontohkan apabila ada mahasiswa kuliah di Samarinda dan ingin ikut seleksi program Desa Sarjana, maka mereka harus bisa menggambarkan potensi desanya.

“Jadi seorang mahasiswa itu harus mengambarkan potensi dan persoalan di desanya,” katanya.

Ernes menambahkan bahwa tes wawancara bertujuan untuk mendapatkan pendalaman dari peserta yang mendaftar program Desa Sarjana.

“Kita ingin mendapatkan calon yang serius. Jangan sampai latah atau ikutan demi mengejar beasiswa semata, tapi tidak mau ditugaskan kembali ke desanya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Malinau Esly Parir mengatakan, untuk soal-soal dalam tes tertulis harus betul-betul tersusun dengan baik.

“Mulai dari soal mudah, sedang dan sulit. Paling tidak, harus ada bobot dan kisi-kisi,” jelasnya.

Esly mengharapkan tes tertulis dan wawancara harus betul jujur. “Hasilnya harus yang jujur. Jadi itu harapan kita,” katanya.

Menurut dia, program Desa Sarjana yang inovatif, untuk memberikan ruang bagi anak-anak desa mendapatkan pendidikan lebih tinggi.

“Walaupun satu atau lebih, tapi sudah diberikan kesempatan,” ujarnya.

Namun, kata Esly, dalam  program Desa Sarjana ini harus dilihat dari kebutuhan di desa tersebut.

“Misalnya di Pulau Sapi yang merupakan desa wisata. Ini membutuhkan sarjana tentang wisata, serta sarjana seni dan budaya. Begitu pula desa lainnya” pungkasnya. (*)

Reporter: Sollaimansyah
Editor: Sobirin

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment