Kaltim

Penanganan Genangan Air Taman Samarendah Mulai Dikerjakan

Alat berat yang sudah berada di Taman Samarendah serta pembatasan antara kegiatan pengerjaan dengan aktivitas lalu lintas. (Foto: Vico/KK)

SAMARINDA – Penanganan pada genangan air yang terjadi pada kawasan Taman Samarendah sudah mulai dikerjakan oleh Pemkot Samarinda, kegiatan itu nantinya berupa pelebaran drainase.

Genangan yang kerap terjadi di Taman Samarendah disinyalir karena kurangnya daerah resapan air dari kawasan yang lebih tinggi sehingga limpasan air ketika intensitas hujan yang tinggi semua menuju ke kawasan tersebut.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jaringan Sumber Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Darmadi bahwa kawasan yang dimaksud yaitu Jalan Bhayangkara dan sekitarnya. “Saluran yang ada dimensinya terlalu kecil dan sudah rusak, sehingga apabila hujan tidak mampu menampung limpasan air hujan, termasuk banyaknya penggunaan lahan,” ucapnya, Senin (21/6).

Besaran lebar drainase yang ada sekeliling Taman Samarendah disebutkan Darmadi berkisar 30 sentimeter, sedangkan kedalaman yang tidak terlalu dalam, sementara itu taman yang juga menjadi salah satu ikon Kota Tepian itu memiliki panjang 432 meter. “Juga tutup dari drainase yang mulai rusak atau patah juga menjadi hambatan bagi jalannya air,” jelas Darmadi.

Dalam kegiatan tersebut, ia membeberkan Pemkot Samarinda mengalokasikan anggaran sekira Rp 4,6 miliar untuk pelebaran drainase. Darmadi menjelaskan kegiatan pelebaran itu akan merubah besaran dari lebar drainase menjadi satu meter begitu juga mengenai kedalaman. “Karena memang dengan kedalaman seperti itu bisa optimal,” tuturnya.

Sementara itu, juga ada pengerjaan pelebaran drainase pada Jalan Awang Long yang dinilai dapat menambah optimalisasi saluran pada kawasan itu, hanya saja kegiatan tersebut tidak menjadi satu anggaran. Ia menyebutkan lebar drainase pada kawasan tersebut akan mencapai sekitar 3 meter. Sedangkan untuk besaran anggaran mencapai Rp 6,9 miliar. (*)

Sumber: Koran Kaltim