Kaltara

Pemprov Siapkan Rp1,3 Miliar untuk Pelaku UMKM

Tampak beberapa pelaku usaha di Tanjung Selor, Bulungan. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Dewan Tegaskan Realisasi Maksimal dan Termanfaatkan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021, Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) memprioritaskan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi. Salah satunya, memberikan bantuan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) UKM Kaltara Hartono mengungkapkan, sebanyak Rp1,3 miliar digelontorkan untuk program bantuan UMKM tersebut. Program itu merupakan lanjutan dari tahun 2020 lalu, dimana penerima berdasarkan surat keputusan (SK) sebanyak 600 pelaku UMKM.

“Tahun 2020 lalu, sesuai SK itu, jumlah penerima bantuan terdampak Covid-19 berjumlah 600 pelaku UMKM. Masing-masing mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp2,5 juta. Hanya saja dalam realisasinya, terdapat data penerima UMKM yang di STS kan atau berupa Surat Tanda Setoran. Jumlah ada sebanyak 31 pelaku UMKM,” katanya.

Artinya dari 600 pelaku UMKM hanya 569 yang mendapatkan bantuan. Hal itupun berpengaruh pada realisasi anggaran. Dari sebesar Rp1,5 miliar yang dianggarkan tahun lalu, realisasinya mencapai Rp1,42 miliar.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Kaltara Andi Hamzah menegaskan realisasi tahun ini harus lebih maksimal. Pelaku UMKM yang mendapatkan SK harus dipastikan menerima bantuan. Adapun soal mekanismenya, diharapkan pemerintah bisa melakukan pengecekan sebelum calon penerima masuk dalam daftar.

“Kita tentu minta supaya bantuan itu bisa terealisasi dengan baik. Karena sifatnya bantuan dan yang terdampak covid-19 ini memang ada. Bagi pelaku UMKM, bantuan itu bisa dijadikan sebagai tambahan modal,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, bantuan yang diberikan oleh Pemprov Kaltara termasuk dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan dengan baik. Pelaku-pelaku usaha diminta lebih inovatif agar tetap bertahan dalam situasi pandemi.

“Itu penting diperhatikan. Jadi bantuan ini bisa dijadikan pengembangan usaha. Atau menghidupkan kembali usahanya kalau sempat terkendala. Jadi tidak hanya sekedar didapat dan dihabiskan. Harus benar-benar termanfaatkan dengan baik,” terangnya.

Disamping itu, peran pemerintah dalam mendorong dan mendukung pelaku usaha tetap hidup sangat penting. Menurut Politisi Partai Gerindra itu, pelaku usaha mikro dan kecil harus tetap dikawal untuk bisa berkembang. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Eddy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah