Headline

Pemprov Klaim Guru di Kaltara Sejahtera

Sejumlah mahasiswa demo di depan kantor gubernur, dimana salah satunya menuntut pemprov berkomitmen terkait kesejahteraan guru. (Foto: Rizqy)
  • Tahun Ini 12.000 Guru dan Tenaga Kependidikan Diberi Insentif

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Sejumlah mahasiswa melakukan aksi damai di depan Kantor Gubernur Kaltara, Senin (3/5/2021) dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional. Terkait pendidikan, para mahasiswa itu menuntut komitmen pemerintah daerah soal kesejahteraan tenaga pendidik di Kaltara.

Menyikapi hal itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Teguh Henri Sutanto mengemukakan, bahwa di Kaltara, tenaga pendidik disebut sudah sejahtera. Bahkan menurutnya, pendapatan yang diterima oleh guru di provinsi termuda ini cukup tinggi: baik gaji pokok, tunjangan, hingga insentif daerah.

“Sudah terlalu sejahtera guru kita itu, khususnya guru SMA sederajat. Sudah terima tunjangan sertifikasi bagi tenaga pendidik, dan terima tunjangan TPP dari daerah. Guru kita itu sudah terlalu tinggi tunjangan, bahkan guru tingkat pertama dapat Rp5 juta: itu golongan 3a sama 3b. Kemudian guru muda golongan 3c atau 3d sekitar hampir Rp6 juta. Lalu, guru madya Rp6,7 juta tanpa dipotong pajak. Itu terlalu tinggi, tidak ada lagi tidak mensejahterakan guru,” kata Teguh Senin (3/5/2021).

Selain itu, lanjutnya, tenaga pendidik tingkat SD, SMP termasuk PAUD atau sederajat, Pemprov juga berkomitmen memberikan tambahan insentif. Bahkan tahun ini, tidak hanya guru alias tenaga pendidik, namun seluruh tenaga kependidikan mendapatkan insentif dari Pemprov Kaltara.

“Kita pemprov berusaha memberikan insentif tambahan, sebesar Rp500 per bulan dari provinsi. Anggarannya di BKAD, kita hanya memberikan kriteria guru-guru yang mendapat insentif tersebut,” ungkapnya.

Jumlah guru dan tenaga kependidikan yang menerima insentif tahun ini sebanyak 12.000 orang. Terdiri dari guru di semua tingkatan dan tenaga kependidikan seperti TU, satpam atau penjaga sekolah, pustakawan dan lain sebagainya.

“Tahun ini tenaga kependidikan juga diberikan, dengan catatan harus terdaftar di dapodik (data pokok pendidikan). Jadi, semua dapat, baik itu PNS maupun non-PNS yang mengabdi di dunia pendidikan. Tahun ini Pak Gubernur mengharapkan semua yang terlibat di dunia pendidikan diberikan,” tegasnya.

Namun, dia mengingatkan bahwa guru dan tenaga pendidikan yang diberi insentif wajib terdaftar di dapodik. Adapun calon penerima tersebut berdasarkan usulan dari kabupaten/kota yang selanjutnya diverifikasi.

“Saat ini sedang berproses perbaikan Pergub (Peraturan Gubernur), karena tahun lalu penerima hanya guru itu mau diubah tahun ini semua dapat. Harapannya sebelum lebaran sudah bisa cair, tapi kan harus ubah regulasi dulu. Kalau toh meleset karena perubahan regulasi dan kondisi keuangan daerah, kita menyesuaikan (waktunya),” pungkasnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah