Bulungan

Pemkab Belum Siapkan Anggaran Tambahan

ilustrasi pilkada. (foto: Internet)
  • Pilkada Digelar di Tengah Pandemi, Alokasi Anggaran Dimungkinkan Berubah

TANJUNG SELOR,Koran Kaltara – Meski mundur dari jadwal semula, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 kemungkinan besar tetap akan digelar tahun ini. Yaitu pada Desember 2020 mendatang. Persiapan pun kembali dilakukan, setelah sempat mengalami stagnan menyusul adanya pandemi Covid-19. Terutama oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang terus melakukan persiapan. Tak terkecuali KPU Bulungan yang akan menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati.

Selain melakukan persiapan tahapan, karena pelaksanaan Pilkada dilakukan di tengah masa pandemi Covid-19, hal yang patut menjadi perhatian dalam pelaksaan tersebut adalah alat pelindung diri bagi para penyelenggara. Yang ini, alokasi pendanaannya belum masuk dalam anggaran yang sebelumnya disusun dalam kondisi normal. Dimungkinkan penambahan anggaran untuk itu perlu dilakukan.

Terkait hal tersebut, Kepala Bappeda dan Litbang Bulungan M Isnaini mengatakan, sejauh ini belum ada pembahasan mengenai penganggaran secara resmi untuk pelaksanaan Pilkada, termasuk bersama KPU.

Akan tetapi jikapun nantinya ada penambahan, maka perlu dipastikan apa saja yang perlu ditambah anggarannya. Apalagi perlu juga menjadi pertimbangan lebih jauh, dengan kondisi keuangan di Bulungan yang semakin menipis.

“Nanti lah kita pertimbangkan dengan kondisi keuangan itu. Sementara belum bisa saya jawab. Tapi sebenarnya  dengan anggaran yang sebelumnya sudah diberikan, itu bisa dimaksimalkan. Kita berharap bagaimana pintar-pintar untuk memanfaatkan anggaran yang sudah ada,” kata Isnaini.

Artinya, dengan alokasi anggaran yang sudah diberikan, tentunya bisa disesuaikan kembali pengalokasiannya. Berdasarkan kebutuhan riil di lapangan di tengah pandemi covid-29 saat ini.

“Tentunya tidak bisa juga langsung kita bilang anggarannya kurang. Sebab masih dimungkinkan. Misalnya ada aktivitas yang terhenti atau anggarannya tidak terpakai karena Covid-19. Itu bisa dialihkan sesuai yang dibutuhkan saat ini. Salah satunya untuk perjalanan dinas berangkat ke Jakarta, itu tidak mungkin dilakukan. Kalau dalam daerah mungkin ya. Begitu pula anggaran sosialisasi yang pertemuan langsung dan lain-lainnya sepertinya bisa dialihkan,” jelasnya.

Meski begitu, dirinya tak menampik jika perlu penambahan anggaran akan dilakukan dengan kebutuhan yang disesuiakn dengan kondisi covid-19, maka perlu dibahas bersama dulu.

“Kalau memang iya (perlu penambahan anggaran), mari kita diskusikan. Sejauh ini belum ada usulan. Mudah-mudahan saja tidak ada penambahan lah, dan semoga cukup,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Bulungan Sudjati mengatakan, kondisi anggaran Pemkab Bulungan saat ini benar-benar terbatas. Tentu perlu pertimbangan panjang jika ada usulan penambahan anggaran untuk Pilkada serentak nanti.

Untuk diketahui, sesuai keputusan angggaran sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lalu, Pemkab Bulungan mengalokasikan sebesar Rp21,5 miliar ke KPU Bulungan untuk penyelenggaraan Pilkada 2020.

“Tambahan anggaran belum mungkin. Sejauh ini belum ada pembahasan itu. Kita perlu pembahasan panjang. Apalagi dengan kondisi kita yang habis-habisan seperti sekarang,” kata bupati singkat. (*)

Reporter: Nurjannah
Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah