Hukum Kriminal

Pemilik Sabu 126 kg Masih Buron

Deretan pelaku yang ditangkap polisi dalam kasus sabu seberat 126 kg.  (Foto : Ramlan)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Penyidikan terhadap pengungkapan narkoba jenis sabu seberat 126 Kilogram (kg) masih berlangsung. Sampai saat ini, polisi baru mengamankan lima orang pelaku, masing-masing berinisial SY (42), JE (38), AJ (27), RE (41) dan DK (47).

Sedangkan si pemilik barang berinisial RC kini masih buron. Untuk proses penyidikannya, Polda Kaltara melalui Dit Resnarkoba melakukan koordinasi dengan pihak Mabes Polri serta seluruh jajaran Polda se-Indonesia untuk memburu RC.

Kapolda Kaltara Irjen Bambang Kristiyono mengatakan, sesuai laporan yang diterimanya dari Dit Resnarkoba, para pelaku ini masih tertutup saat diminta keterangan sehingga pemilik barang (sabu 126 Kg) masih buron.

“Terkait yang DPO (pemilik barang), memang sampai saat ini masih kita buru. Tidak hanya kita, tapi seluruh Polda mencarinya. Dimana pun dia berada bahkan di ujung dunia kita cari. Tapi tentu melalui proses, yakni koordinasi dengan Interpol,” kata Kapolda, Selasa (14/9/2021).

“Untuk pemeriksaannya, teman-teman kita di belakang (sambil menunjuk pelaku) memang belum mengaku secara terbuka. Tapi kan itu haknya mereka. Yang jelas kita akan cari terus,” sambung kapolda.

Sementara itu, Direktur Resnarkoba Polda Kaltara Kombes Agus Yuliyanto mengatakan, pihaknya saat ini juga tengah melakukan koordinasi dengan Mabes Polri. Untuk alamat pelaku sendiri, diakui Agus sudah terlacak dan tinggal tunggu eksekusi penangkapan.

“Kita sudah mengirim identitasnya (RC) ke Bareskrim (Mabes Polri) dan Polda-Polda yang lain. Tapi saya belum bisa pastikan secara detail dulu. Tapi sebenarnya sudah terlacak. Hanya saja, para pelaku belum mengungkapkan semuanya saja,” kata Agus kepada Koran Kaltara.

Dijelaskan Agus, dalam bisnis barang haram ini, para pelaku menggunakan sistem sel. Artinya, transaksi yang dilakukan para kurir ini tidak saling bertemu dan bahkan tak saling kenal.

Para pelaku tak saling kenal. Mereka hanya melakukan komunikasi via HP dan diatur oleh DK yang merupakan otak dari peredaran barang haram itu.

“Mereka ini kan sistemnya sel. Artinya, kadang mereka tidak saling kenal bahkan tidak pernah bertemu. Jadi saat pemeriksaan, (pelaku) ada yang kooperatif tapi ada juga yang masih menyembunyikan,” imbuhnya.

Terkait status DK yang saat ini masih menjalani proses hukuman di Lapas Bontang, diakuinya tak menjadi persoalan.

DK kembali akan diproses di Kaltara, apabila masa tahanan dalam kasus yang dialaminya telah selesai.

Artinya, DK akan kembali dijebloskan ke penjara meskipun telah dinyatakan bebas dari Lapas Bontang.

“Dia (DK) selesaikan penahanan di sana (Lapas Bontang) dulu, baru kita lanjut lagi prosesnya di sini. Nanti tergantung, apakah dia ditahan di sana atau di sini, itu nanti dilihat. Tapi pada intinya, dia bebas di sana (Bontang), lanjut lagi prosesnya,” pungkasnya.

Tindak Tegas Oknum Polisi Terlibat Narkoba

Kapolda Kaltara Irjen Bambang Kristiyono dibuat geram oleh ulah anggotanya sendiri. Terutama bagi oknum Polri yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Kapolda menegaskan, tetap akan diproses sesuai aturan yang ada.

“Semua saya nyatakan diproses. Baik itu pengguna apalagi pengedar, semuanya proses. Nanti saya tunggu dari Propam seperti apa hukumannya,” tegas kapolda.

Semenjak menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara di Kaltara, peredaran narkoba menjadi salah satu atensinya. Karena selama ini persoalan narkoba termasuk di provinsi perbatasan ini, memang menjadi atensi Mabes Polri dan BNN.

Bahkan bagi oknum anggota Polri yang terlibat narkoba, bakal diganjar dengan hukuman seberat-beratnya.

Sesuai perintah Kapolri, ia juga menegaskan tak akan memberikan ruang ataupun ampun jika ada anggota Polri di Kaltara yang terlibat. Baik itu sebagai pengguna ataupun kurir, proses pemecatan akan dilaksanakan.

“Masalah obat-obatan terlarang gak ada ampun. Begitu juga kalau ada anggota yang terlibat, langsung pecat. Nah saya ingatkan ke anggota saya di Kaltara ini, jangan ada yang coba-coba terlibat. Kalau ada yang terlibat apalagi sampai dia bandarnya, tidak ada jalan lain selain pecat,” tegasnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Hariadi

 

BERITA TERKAIT:

Sabu 126 Kg Dikendalikan Napi Bontang

Polda Kaltara Gagalkan Peredaran 126 Kg Sabu