Gaya Hidup

Pemerintah Diminta Cepat Tanggap Bencana

Foto: Ilustrasi/Internet

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – DPRD Provinsi Kaltara berharap pemerintah daerah tanggap dalam menangani bencana longsor yang terjadi di Kota Tarakan. seperti yang terjadi pada Rabu (3/4/2019), longsor tersebar di 11 titik.

Ketua DPRD Provinsi Kaltara, Marten Sablon meminta kepada dinas terkait harus bisa menangani kasus longsor yang terjadi. “Jangan sampai dampak longsor bisa merugikan masyarakat,” ujarnya, Rabu (3/4/2019).

Ia mengaku prihatin dengan bencana longsor yang terjadi di Bumi Paguntaka itu. Apalagi reruntuhan tanah mengakibatkan fasilitas publik terganggu dan warga harus mendapatkan perawatan medis.

“Kami di DPRD menyampaikan keprihatinan atas bencana longsor yang terjadi di Tarakan. Semoga pemerintah daerah cepat tanggap dengan keadaan ini,” pintanya lagi.

Tak berhenti sampai di situ, Marten juga berbicara mengenai upaya preventif sebelum terjadinya bencana. Dinas terkait juga perlu mengantisipasi berbagai potensi kebencanaan melalui langkah-langkah mitigasi yang komperehensif. “Ke depan, kasus semacam ini harus bisa diidentifikasi lebih dini,” katanya.

Pemerintah daerah juga dinilai perlu melakukan pemetaan dan identifikasi terhadap daerah-daerah yang menjadi daerah yang sering terjadi banjir, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi. “Ke depan, titik-titik rawan ini harus segera didata dengan baik sebagai bentuk langkah antisipasi,” desaknya.

Lebih jauh Marten berharap, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan karena tingginya curah hujan beberapa hari terakhir. “Masyarakat harus waspada. Dinas terkait juga harus aktif ke lapangan untuk melakukan pemantauan,” harap Marten.

Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Marten meminta kepada masyarakat agar bisa segera menghubungi dinas terkait agar mendapatkan bantuan. “Harus ada call center untuk masyarakat melaporkan bencana-bencana yang terjadi,” pungkasnya. (*)

Reporter : Dicky Umacina

Editor : Nurul Lamunsari

About the author

Avatar

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment