Headline

Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Juli

Pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah kejuruan di Kaltara sebelum pandemi Covid-19 awal tahun lalu. (Foto: Dok/Koran Kaltara)
  • Semua Guru Wajib Vaksin sebelum Aktivitas Belajar Mengajar

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pemerintah menyatakan bahwa tahun ajaran baru pada bulan Juli 2021 mendatang, sudah dapat dimulai dengan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Namun ditekankan, bahwa aktivitas pembelajaran tatap muka dilaksanakan setelah pemerintah menyelesaikan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan.

Seperti dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, bahwa  kebijakan pembelajaran tatap muka terbatas ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Senada disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Riset dan Teknologi (Mendikbud Rsitek), Nadiem Makarim juga telah mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan layanan tatap muka terbatas. Meski disebutkan pula tetap ada opsi pembelajaran jarak jauh. Karena atas penerapan protokol kesehatan, pembelajaran tatap muka maksimal hanya 50 persen dari jumlah siswa.

“Mau tidak mau, selesai vaksinasi ada opsi tatap muka terbatas. Selain itu harus melalui sistem rotasi, tatap muka dan PJJ,” terang Nadiem beberapa waktu yang lalu.

Di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan pembelajaran tatap muka tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Teguh Henri Sutanto, saat dikonfirmasi media, Senin (3/5/2021).

“Pembelajran tatap muka di Kaltara, Insya Allah sudah kami sampaikan, bahwa pertama karena terjadinya kejenuhan anak-anak kita. Lalu, keterbatasan dan lain sebagainya. Maka kita usahakan Juli akan tatap muka,” katanya.

Namun, dia menegaskan, bahwa syarat utama diberlakukannya pembelajaran tatap muka tersebut, adalah program vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan. Teguh menyebutkan, bahwa semua guru di Kaltara sudah selesai divaksin, sebelum bulan Juli mendatang.

“Tapi persyaratannya sudah saya sampaikan, semua guru harus divaksin dulu. Semua harus divaksin, baik guru PAUD, SD, SMP dan SMA semua harus divaksin. Target kita bulan Mei semua sudah divaksin, sesuai dengan koordinasi dan rapat bersama dengan Dinas Kesehatan juga,” jelasnya.

Untuk saat ini, lanjutnya, baru 30 persen tenaga pendidik di Kaltara yang telah disuntik vaksin. Jika sampai pada waktu target dimulainya pembelajaran tatap muka, masih ada guru yang belum divaksin, akan dipilah sesuai dengan tingkat risiko penularan Covid-19 (zona Covid-19).

“Kita harus bisa memilih dan memilah, mana yang diutamakan harus divaksin, mana yang zona hijau. Artinya dilihat situasinya, kalau zona oranye atau hijau itu boleh. Yang kedua, syarat utama ada persetujuan orangtua. Ketiga, persetujuan kepala daerah. Kami sudah membuat pengusulan untuk sekolah yang tatap muka, nanti tergantung kebijakan pimpinan yang mana yang disahkan,” tuturnya menambahkan. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah