Headline

Pembangunan Jalan Perbatasan Akan Dilanjutkan

JALAN KE PERBATASAN - Akses jalan di kabupaten perbatasan tampak terus dilakukan pembangunan. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Ratusan Miliar APBN Sejak 2017 Dialokasikan ke Kaltara

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Salah satu sektor yang masih jadi perhatian pemerintah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) adalah infrastruktur jalan. Termasuk yang berada di wilayah perbatasan. Pasalnya, pengembangan infrastruktur bertujuan mempercepat pemerataan ekonomi dan memudahkan mobilitas masyarakat, sekaligus membuka akses warga untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan lebih mudah dan murah.

Diketahui, sejauh ini pemerintah pusat turut menggelontorkan anggaran untuk pembangunan jalan di perbatasan. Sebagai beranda terdepan NKRI, perbatasan Kaltara terus dibangun. Bahkan ke depan, pembangunan jalan perbatasan akan terus dilanjutkan. Demikian dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kaltara Risdianto.

“Tentu pembangunan infrastruktur, termasuk jalan akan tetap jadi perhatian. Kemudian bagaimana pembangunan jalan selama ini, hasil FGD (Focus Group Discussion) kami dengan satker terkait jalan di perbatasan, mereka menyampaikan mulai 2017 lalu sampai saat ini ada Rp500-an miliar yang dialokasikan,” ungkapnya belum lama ini.

Diketahui, informasi dari Kementerian PUPR, katanya, pembangunan jalan perbatasan di Kaltara dibagi atas dua ruas. Kedua ruas itu adalah ruas paralel perbatasan Long Boh hingga Malinau dengan total panjang jalan 614,55 kilometer dan ruas akses perbatasan Malinau hingga Long Midang sampai Mensalong—Tau Lumbis dengan total panjang 359 kilometer.

Adapun pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional XII Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Perbatasan Kaltara Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR melaporkan bahwa pembangunan jalan di perbatasan Kaltara menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Untuk jalan paralel perbatasan sepanjang 614,55 kilometer, sudah terbuka jalan sepanjang 557,55 kilometer atau tinggal menyisakan 57 kilometer. “Kecuali jalan lingkar itu provinsi mengintervensi melalui APBD yang ada. Sebenarnya itu bukan kewenangan provinsi, tapi itu inisiatif sebagai percepatan sehingga mereka (pusat) fokus jalan antar kabupaten yang menuju perbatasan,” terangnya.

Sementara itu, untuk kondisi akses jalan perbatasan yakni akses jalan perbatasan Malinau – Long Midang dari total panjang ruas 203,30 kilometer telah teraspal 42,74 kilometer, 160,56 kilometer jalan yang sudah ada berupa tanah, dan relokasi sepanjang 102,47 kilometer.

Adapun, akses jalan perbatasan Mensalong—Tau Lumbis dari total panjang ruas 155,70 telah teraspal 4,00 kilometer, 124,65 kilometer jalan yang sudah ada berupa tanah, dan jalan yang belum tembus atau kondisi hutan sepanjang 27,05 kilometer. “Dan ditargetkan pada 2024 sesuai FGD bisa tuntas jalan di perbatasan,” tambahnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah