Pembangunan dan Harapan Bersama Zainal Paliwang

Zainal Arifin Paliwang

Saya Tidak Terlalu Banyak Bicara, tapi Saya Banyak Bekerja

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Zainal Arifin Paliwang telah memasuki tahun ke-tiga kepemimpinannya di Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Melalui kontestasi pemilihan kepala daerah 2020, Zainal bersama Yansen Tipa Padan dilantik Presiden Indonesia, Joko Widodo, menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara periode 2021 – 2024 di Jakarta.

Saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, Zainal memaparkan, sektor pendidikan, kesehatan dan pembangunan ekonomi masyarakat kembali diprioritaskan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024.

Selanjutnya, konektivitas wilayah untuk kelancaran mobilisasi turut menjadi perhatian utama untuk diselesaikan. Termasuk peningkatan rasio elektrifikasi daerah melalui pemasangan listrik gratis bagi rumah keluarga kurang mampu.

Pada saat bersamaan, Zainal telah memperjuangkan pemasangan infrastruktur telekomunikasi untuk mengurangi area blank spot di Kaltara, dan pemberian dana insentif bagi para Ketua Rukun Tetangga (RT).

“Itu yang menjadi beberapa prioritas kami di 2024, termasuk beberapa kegiatan sesuai RKPD yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” kata Zainal.

Zainal tidak menampik ada rasa suka dan duka dalam menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di Pemprov Kaltara. Namun demikian, porsi suka lebih banyak dirasakan karena rasa cintanya membangun salah satu wilayah beranda negara ini. “Suka duka pasti ada, yang jelas lebih banyak sukanya daripada duka,” ujar Zainal.

Ucapan syukur diutarakan karena kepemimpinannya diiringi dengan sinergi, kolaborasi dan harmonisasi yang terjalin sangat baik. Mulai dengan Yansen Tipa Padan sebagai wakil gubernur dan seluruh jajaran pejabat dan staf di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Hubungan organisasi kemasyarakatan dengan pemprov juga cukup baik, beberapa tokoh agama, tokoh adat selalu mengajak komunikasi dengan saya,” jelasnya.

“Termasuk juga tokoh pemuda, kaum milenial bisa kita rangkul, sehingga milenial ini terarah, tidak menyentuh hal bersifat kurang baik. Ini penting karena mereka menjadi penerus kepemimpinan di Kaltara,” paparnya melanjutkan.

Di samping faktor geografis, geliat pembangunan oleh Pemprov Kaltara dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran. Oleh sebab itu, Zainal selalu berupaya memacu penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kucuran anggaran dari pemerintah pusat.

“Tantangan kita memang di anggaran, karena berbicara pembangunan yang berupa fisik itu kan masalahnya di anggaran semua. Ketika PAD kita tinggi dan APBN yang turun besar, Insya Allah pembangunan bisa lebih maksimal,” kata Zainal.

Political Will Pemerintah pusat senantiasa dihidupkan untuk mengakselerasi pembangunan di Kaltara. Status sebagai beranda negara, lokasi mega investasi hingga penyangga Ibukota Nusantara, selalu digaungkan untuk mendorong keberpihakan pembangunan dari pusat.

Upaya di atas kertas sampai lobi politik sebagai kepala daerah telah membuahkan banyak hasil. Salah satunya peningkatan jumlah pembangunan infrastruktur yang langsung didanai melalui postur APBN.

“Seperti kita lihat (pembangunan) Jalan Tanjung Selor ke Tanah Kuning itu kan melalui Inpres (Instruksi Presiden), semua anggaran dari APBN. Alhamdulillah tahun ini sekitar Rp400 miliar lagi dikucurkan untuk menyelesaikan ruas jalan di sana,” paparnya.

Zainal memahami percepatan pembangunan Kaltara tidak boleh berhenti pada upaya peningkatan PAD dan lobi di tingkat pusat. Adanya Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning di Kabupaten Bulungan, menjadi peluang emas yang tidak boleh berakhir sia-sia.

Dia sangat yakin industri besar akan terlahir di KIHI Tanah Kuning yang memiliki luas kawasan sekitar 30 ribu hektar. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia turut dilakukan sejak awal.

“Semua sangat mungkin, industri besar akan datang di KIHI, yang terlihat cukup jelas sudah ada, dari perusahaan mobil listrik sampai industri batreai mobil. Ini semua akan dinikmati anak cucu kita di Kaltara, Insya Allah saya kain kata Zainal.

Peluang kerjasama investasi di bidang kesehatan dan perhotelan juga dinilai sangat menjanjikan di Kaltara. Berbekal data dan analisis yang matang, Zainal sudah dalam progres penjajakan ke sejumlah investor. “Kaltara akan sangat butuh dua poin ini, yaitu hotel dan rumah sakit,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, Zainal turut berupaya menggandeng beberapa investor lain untuk masuk di berbagai sektor perekonomian. Hadirnya investasi akan memacu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Kaltara secara berkelanjutan.

“Saya memang tidak banyak bicara, tapi saya banyak bekerja. Silakan dilihat hasil saya bersama Pak Yansen selama dua tahun ini, kalau satu tahun pertama kan covid, dimana semua fokus pada penanganannya,” jelas Zainal. (*)

Tetap Ingin Bersama dalam Pilkada 2024

Zainal Arifin Paliwang sudah memantapkan diri dan menatap ajang Pilkada Kaltara 2024.  Dia mengaku memiliki kalkulasi matang untuk mempertahankan kepemimpinannya selama lima tahun ke depan.

“Insya Allah (keyakinan untuk maju di Pilkada 2024). Tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan saya di atas 60 persen, itu yang sebagai salah satu dasar pertimbangan,” kata Zainal.

Kalkulasi matang juga dilakukan sebelum dia memutuskan terjun di Pilkada Kaltara 2020. Kala itu, Zainal mengantongi hasil survei yang menyatakan 70 persen pemilih di Kaltara akan memilih dirinya.

“Saya melihat survei waktu mau maju calon Gubernur Kaltara pertama kali. Saat itu 70 persen merupakan calon suara saya, makanya saya berani untuk maju,” jelasnya.

Zainal yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina DPD Partai Gerindra Kalimantan Utara, telah memiliki modal politik cukup kuat untuk maju di Pilkada 2024. Gerindra akan menjadi armada pertama dan hal ini telah mendapat restu dari Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Utara, Ibnu Saud.

Berdasarkan Pileg DPRD Kaltara kemarin, Gerindra berhasil memperoleh enam kursi di parlemen provinsi. Partai ini tinggal menambah satu kursi koalisi untuk memenuhi syarat 20 persen kursi DPRD untuk mencalonkan Paslon di Pilkada.

Zainal menyampaikan keinginan untuk tetap menggandeng Yansen Tipa Padan pada Pilkada 2024. Menurutnya, tidak ada disharmonisasi hubungan yang mengancam keretakan koalisi di antara keduanya sampai saat ini.

“Insya Allah tetap sama Pak Yansen. Teman-teman bisa lihat sendiri, saya dan Pak Yansen tidak ada masalah masalah. Kami bersama tim juga selalu berkomunikasi, bahwa saya masih akan tetap sama Pak Yansen,” paparnya.

Terlepas dari momen tersebut, Zainal menjamin untuk tetap bekerja optimal sebagai kepala daerah. Dia sudah mengarahkan setiap OPD untuk melaksanakan kegiatan yang benar benar dapat dirasakan masyarakat.

Secara teknis, Zainal menyadari bahwa dirinya bersama Yansen Tipa Padan hanya mendapat masa  kepemimpinan sekitar 3 tahun 8 bulan. Periode waktu tersebut diakui membuat realisasi visi misi dan program prioritas dalam RPJMD tidak bisa terealisasi optimal.

“Saya memang tidak bekerja selama lima tahun, sehingga apa yang tertuang dalam RPJMD tidak bisa 100 persen kami laksanakan. Tapi tetap tidak boleh OPD itu bekerja asal asalan, harus sesuai dengan program RPJMD yang kita buat, semua harus terukur dan memiliki impak kepada masyarakat,” paparnya. (*)

Saya Tidak Alergi Kritik

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, menegaskan dirinya bukan figur pemimpin yang alergi terhadap kritik dari media massa. Dia senantiasa terbuka untuk menerima kritik dan masukan yang berorientasi pada kemajuan pembangunan.

“Saya tidak alergi kritik, tidak pernah saya seperti itu,” kata Zainal.

Khusus kepada rekan – rekan jurnalis di media massa, Zainal mempersilakan untuk mengkritisi setiap kebijakan, program dan kegiatan yang disusun oleh Pemprov Kaltara. Namun demikian, Zainal berharap agar materi kritik disampaikan secara sejuk di masyarakat.

“Silahkan mengkritisi tidak apa-apa, namun sampaikan secara sejuk, upayakan juga memberi gambaran solusi , sehingga dari situ kami bisa rapatkan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Sementara itu, Zainal menjamin senantiasa membuka pintu bagi masyarakat yang hendak bertemu dirinya. Tidak ada sekat pembatas terhadap informasi, aspirasi, keluhan dan kebutuhan dari masyarakat untuk sampai ke hadapannya.

“Ketika ada orang yang mau ketemu saya, tidak pernah saya tidak menerima, kecuali memang saya ada urusan yang masuk kategori penting dan tidak bisa ditinggalkan atau diwakilkan. Itupun ada staf saya yang siap menerima dan membantu tindak-lanjutnya,” kata Zainal. (*)

Reporter: Agung Riyanto

Editor: Nurul

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com