Ekonomi Bisnis

Pelaku Perdagangan Ilegal Segera Dibina

Sebagian temuan barang selundupan asal Malaysia dimusnahkan. (Foto: Agung)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Daerah Provinsi Kaltara akan mengoordinir pembinaan pelaku perdagangan ilegal atau mereka yang membawa barang dagangan asal Negara Malaysia tanpa prosedur resmi.

Demikian disampaikan Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kalimantan Utara, Hasriyani.

Pembinaan utamanya dilakukan bagi pelaku perdagangan yang telah diamankan sebelumnya, yakni menindaklanjuti poin-poin rekomendasi yang diberikan Tim Satgas Pangan Polda Kaltara.

“Pembinaan ini khususnya soal ketertiban administrasi perizinan. Karena selama ini masalahnya di sana saja, mereka tidak mau urus izin,” kata Hasriyani baru-baru ini.

Fungsi pembinaan ini, lanjutnya,  turut memantau aktivitas perdagangan mereka setelah belasan ton barangnya dimusnahkan.

Pemerintah bersama kepolisian berharap mereka tidak mengulang hal yang sama.

“Jadi ada poin-poin yang selanjutnya akan kita masukkan nanti kepada pelaku usaha. Kita juga akan merumuskan kebijakan dengan stakeholder terkait agar bisa membantu teman-teman pelaku usaha. Jadi kegiatan mereka tetap bisa berjalan dan bisa sesuai aturan perdagangan yang berlaku,” ujar Hasriyani.

Dia menegaskan, pihaknya tidak tebang pilih mengenai perdagangan ilegal barang asal Malaysia.

Tim Satgas Pangan Daerah di tingkat provinsi akan tetap menjalin sinergitas dengan Tim Satgas Pangan kabupaten/kota dan Polda Kaltara.

Sehingga, praktik perdagangan serupa yang melanggar aturan bisa diselesaikan secara merata.

“Insya Allah setelah PPKM, kita akan agendakan lagi semua. Jadi memang tidak hanya di Bulungan saja, di daerah lain juga akan mendapat perlakuan sama,” jelasnya.

Mengenai pemilik barang selundupan yang sebelumnya lolos sanksi pidana dari pihak kepolisian, Hasriyani menilai ada pertimbangan toleransi yang tidak terlepas dari alasan kemanusiaan. Terutama dalam kondisi pandemi covid-19 sekarang ini.

“Sesungguhnya dengan pemusnahan kemarin, kita tetap ingin memberi efek jera, meski memang tidak bisa menghentikan seluruhnya. Karena kita paham juga, apalagi saat pandemi, semua berpengaruh. Pengusaha tetap punya kewajiban menafkahi keluarga, meski kegiatan mereka dari aturan melanggar karena tidak punya izin,” kata Hasriyani.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bulungan, Murtina, berharap semua pelaku usaha perdagangan barang malaysia tidak ada lagi yang menyalahi aturan.

Mereka diharap mau proaktif mengikuti ketentuan yang ada.

“Dengan adanya serangkaian investigasi hingga pemusnahan kemarin itu, mudah-mudahan mereka dan pelaku lainnya bisa sadar dan tidak melakukan lagi. Tugas kita sekarang adalah rutin koordinasi dengan semuanya agar mau mengurus perizinan, terutama surat izin edar produk dari luar negeri ini,” ujarnya.(*)

BACA JUGA:

Pemilik Barang Selundupan Lolos Sanksi Pidana

Penegakan Hukum Solusi Perdagangan Ilegal

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Eddy Nugroho