Hukum Kriminal

Pelajar SMP Curi Motor untuk Balap Liar

AR, pelajar salah satu SMP di Tarakan diamankan Polisi bersama barang bukti motor yang dicurinya. (Foto: Sahida/Koran Kaltara)

TARAKAN, Koran Kaltara – Dicuri November lalu, motor merk Mio Soul warna putih milik salah satu warga Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Anyar ini baru ditemukan hari Minggu (3/2/2019), sekira pukul 02.00 WITa. Pelaku, berinisial AR bahkan masih berusia 12 tahun dan tercatat sebagai pelajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tarakan.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistida Midyahwan melalui Kasat Reskrim AKP Choirul Jusuf menerangkan, AR mengambil motor yang diparkir di depan rumah toko karena tidak dikunci stang. “Motor didorong sama pelaku. Setelah kondisi aman, stiker motor dilepasin dan sparepart dipotongin untuk menghilangkan jejak motor ini,” ujarnya, dikonfirmasi Senin (4/2/2019).

Setelah AR diamankan dan diperiksa, pengakuannya cukup mengejutkan. Kepada petugas, AR mengaku sudah dua kali melakukan aksi serupa. Namun, motor yang pertama kali dicurinya sudah dikembalikan AR ke rumah tempatnya mencuri.

“Dikembalikan diam-diam ke rumah korbannya. Memang pelaku ini sengaja mencari motor yang tidak dikunci stang, baru stiker motor dilepasin supaya gak ketahuan,” imbuhnya.

Dua motor yang dicuri AR ini, selain digunakan untuk jalan-jalan, juga digunakan untuk balap liar. Tapi, AR tidak pernah menggunakan motornya ini untuk pergi ke sekolah. AR diamankan di rumahnya, namun karena masih di bawah umur, penjemputan AR untuk pemeriksaan atas seizin orangtuanya.

“Kami minta persetujuan orangtuanya, karena sesuai prosedur kan anak di bawah umur yang kami tangkap harus seizin orangtua. Jadi, dalam pemeriksaan juga didampingi orangtuanya. Kami juga meminta orangtuanya untuk bisa membimbing AR dengan baik,” ungkapnya.

Terhadap AR ini, usianya yang belum mencapai 18 tahun akhirnya hanya dikenakan diversi yaitu pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, dan tidak dilakukan penahanan. Namun, AR tetap diproses sesuai pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

Ia menerangkan, untuk tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak yang pidana penjaranya kurang dari 7 (tujuh) tahun, wajib diupayakan diversi. Jika tidak terjadi kesepakatan dalam diversi atau kesepakatan Diversi tidak dilaksanakan, proses peradilan pidana Anak dilanjutkan. Tetapi, hukuman yang diberikan tetap harus memperhatikan kepentingan si anak. Ini sejalan dengan sistem peradilan anak yang mengutamakan pendekatan Keadilan Restoratif.

“Sedangkan motor yang digunakannya ini dalam kondisi 70 persen dan sebagian peralatan motor sudah dipreteli. AR ini sendiri sebenarnya korban broken home, makanya meski motor ini diparkir di rumahnya, namun tidak menjadi perhatian orangtuanya,” tegas Kasat Reskrim. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi

About the author

Avatar

Koran Kaltara

1 Comment

Click here to post a comment

  • Saya harap kengiatan tambang emas di sekatak penertibanya di ratakan jangan ada dikacualikan semua harus di stop maupun kengiatan alat berat atau penambang tradisional..