Headline

Pelabuhan Pesawan Diusulkan Masuk RIPN

Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, Taupan Madjid.
  • Tahun Ini Target 60 Hektare Lahan Dibebaskan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Rencana pembangunan Pelabuhan Pesawan di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), terus dilanjutkan. Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, Taupan Madjid mengatakan, pelabuhan tersebut diusulkan masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN).

Jika Pesawan masuk RIPN, pembiayaannya dapat diakomodir melalui APBN. Untuk itu, pemprov terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Perhubungan, termasuk kementerian/lembaga lainnya di pusat.

“Kita usulkan rencana pelabuhan nasional, sehingga bisa masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional. Kalau sudah masuk, bisa dianggarkan dalam APBN,” katanya kepada Koran Kaltara, Kamis (17/6/2021).

Dia menyebutkan, beberapa hal sudah disiapkan, seperti Detail Engineering Design (DED), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dan sejumlah syarat administratif lainnya. Namun, lahan yang digunakan perlu dibebaskan secara keseluruhan terlebih dahulu.

“Kalau lahan sudah clear and clean, pusat bisa membantu. Yang lain sudah kita siapkan, supaya nanti pusat turunkan tim. Mereka akan me-review sedikit karena memang perencanaan di kota. Mungkin mereka nanti punya syarat-syarat tertentu,” jelasnya.

Lebih jauh soal lahan, kawasan pelabuhan rencananya diperlukan 60 hektare. Namun baru sebagian yang telah dibebaskan. Bahkan beberapa hektare sempat digugat oleh masyarakat pemilik soal harga yang ditetapkan oleh tim appraisal (penilai).

“Tahun lalu sudah kita anggarkan untuk pembebasan lahan. Nilai totalnya sekitar Rp13 miliar untuk 60 hektare. Itu sebagian sudah kita bayarkan separuhnya sudah dianggarkan. Namun, setelah di appraisal (penilai), ada sebagian masyarakat yang tidak terima, jadi mereka gugat. Akhirnya tidak bisa kita cairkan kemarin,” beber Taupan Madjid.

Gugatan tersebut sempat dimenangkan oleh masyarakat. Namun setelah ajukan banding melalui tim hukum pemprov, kembali dimenangkan pemerintah di Mahkamah Agung (MA). Artinya, proses pembebasan lahan bisa dilanjutkan kembali tahun ini.

“Tahun ini kita usahakan lagi kita tambahkan (anggaran) pembebasan lahan. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa bayarkan semua. Ada di anggaran murni dan kita usahakan ada juga di perubahan. Semoga 60 hektare itu bisa selesai (dibebaskan) tahun ini,” ujarnya.

Pembangunan Pelabuhan Pesawan dinilai strategis, terlebih dalam menunjang sejumlah megaproyek lainnya di Kaltara. Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) dan Kota Baru Mandiri (KBM). Memang, anggaran yang dibutuhkan berdasarkan DED sekitar Rp250 miliar.  “Itu ratusan miliar untuk semua kawasan pelabuhan, baik sisi laut dan sisi darat,” sebutnya.

Sebagai informasi, Pelabuhan Pesawan memiliki sisi perairan tempat sandar kapal sepanjang 450 meter. Termasuk dermaga, trestle, causeway, dan corrugated concrete sheet pile (CCSP). Sedangkan dari sisi daratnya, pelabuhan akan dilengkapi fasilitas perkantoran untuk ditempati instansi terkait, seperti bea cukai, syahbandar atau kantor administrasi, dan navigasi. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari