Bulungan

Pelabuhan Kemungkinan Batal di Pesawan

Pemkab Bulungan masih maksimalkan fasilitas pelabuhan bongkar muat Kayan I di Tanjung Selor. (Foto : Nurjannah)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Rencana pembangunan pelabuhan bongkar muat yang awalnya berada di Pesawan, Tanjung Selor Timur, batal di lokasi tersebut.

Hal itu setelah Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang beberapa waktu lalu meninjau lokasi dan menginginkan mencari lokasi lain.

Dikonfimasi lebih lanjut terkait perubahan lokasi itu, Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, hingga kini pihaknya belum ada kabar lebih jauh. Baik terkait pemindahan ataupun lokasi baru untuk pelabuhan bongkar muat itu.

“Pelabuhan Pesawan, itu masuk di kewenangannya Pemprov Kaltara. Soal pemindahan lokasi juga, itu merupakan kebijakan Pak Gubernur. Tapi dalam hal ini harapan kita bagaimana pun keberadaan pelabuhan ke depan berada di wilayah Bulungan. Jadi tentunya kita berharap bisa segera dibangun. Di manapun letaknya jika ada kajian ulang terhadap lokasi, kewenangannya ada di provinsi,” ujarnya.

Ia tak menampik, pertimbangan lokasi juga sejalan dengan pertimbangan efektivitas pemanfaatan pelabuhan itu sendiri.

Sebab, keberadaan pelabuhan bongkar muat akan sangat membantu kelancaran arus distribusi barang yang masuk ke Kabupaten Bulungan.

Disinggung terkait kajian lokasi lebih lanjut, Syarwani mengatakan, Pemkab Bulungan belum dilibatkan.

“Itu sepenuhanya ada di provinsi. Memang kalau kita lihat kondisi yang ada di Pesawan, dari semula perencanaan, mungkin kita juga perlu memikirkan. Artinya jangan sampai nanti investasi pelabuhan yang dibangun bermiliar-miliar misalnya. Namun efektifivitas dan masa pemanfaatannya sangat singkat,“ jelasnya.

Pemerintah daerah, kata Syarwani, harus juga melihat dari sisi investasi. Karena di situ ada modal yang dikeluarkan dan juga harapannya ada manfaat balik dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dapat diterima.

“Tapi PAD tersendat karena sulitnya arus kapal keluar masuk di lintasan pelabuhan. Itu kan juga jadi  kendala. Mumpung belum dibangun tentunya perlu ada kajian yang lebih komperehenship. Sehingga, ketika dibangun pelabuhan tersebut memiliki prospek pemanfaatan jangka panjang,” katanya.

Alternatif  lokasi sendiri, Pemkab Bulungan sejauh ini tidak memberikan usulan. Meskipun beberapa waktu lalu ada lokasi yang ditinjau Gubernur Kaltara, di antaranya lokasi di sekitar kegiatan PT. PKN di Apung.

”Itu bagian upaya  untuk menetapkan lebih lanjut di mana lokasi yang cocok, yang pas dan itu kewenangan ada di provinsi,” imbuhnya.

Masa pemanfaatan dinilai penting, sebab khususnya Bulungan, ketika efektivitas pelabuhan itu tidak maksimal, akan berdampak pada kenaikan harga dan inflasi di daerah.

“Karena ada pergerakan distribusi barang yang terhambat. Seperti minimnya arus keluar masuknya kapal yang mengangkut ataupun membongkar kebutuhan masyarakat itu sendiri. Ya kita berharap pelabuhan itu bisa disegerakan,” katanya.

Seperti diketahui, sejauh ini Pemkab Bulungan masih memaksimalkan pemanfaatam pelabuhan bongkar muat Kayan I.

Namun tak jarang aktivitas bongkar muat terganggu karena air surut.  Kapal tak bisa merapat, dan kondisi sungai yang mengalami sedimentasi.

Sebelumnya, Plt Kepala Bappeda dan Litbang Bulungan Iwan Sugianta memastikan, sesuai RTRW, kawasan Pesawan memang peruntukannya untuk pengembangan pelabuhan berdasarkan penataan wilayah yang masuk dalam dokumen RTRW Bulungan.

“Berdasarkan surveinya gubernur menyebut tidak memadai. Tentu saja untuk bisa memastikan layak dan tidaknya, perlu adanya kajian detail terkait peruntukan kawasan itu sendiri. Tapi kalau berdasarkan RTRW di Pesawan memang peruntukannya pelabuhan,” katanya singkat. (*)

Reporter: Nurjannah
Editor: Eddy Nugroho

 

TOPIK TERKAIT:

Pemprov dan Ahli Waris Ukur Ulang Pelabuhan Tengkayu II

Gubernur Survei Empat Titik Pelabuhan

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment