- Warga Minimalisir Perjalanan ke Luar Daerah
TANA TIDUNG, Koran Kaltara - Sejumlah cara dilakukan warga agar dapat terhindar dari virus corona yang sudah banyak memakan korban jiwa ini, salah satu antisipasi penyebaran virus corona dengan mengurangi atau menghindari perjalanan keluar daerah, termasuk larangan keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak, alhasil layanan transportasi seperti Pelabuhan Tideng Pale yang berada di Kecamatan Sesayap pun sepi.
“Selama virus corona menyebar membuat pelabuhan tambah sepi saja, orang-orang sepertinya takut mau berangkat keluar daerah, tapi mau bagaimana lagi semua orang sekarang ini sedang was-was karena takut terkena virus, apalagi sekarang ini sudah banyak yang meninggal dunia,” ujar Hasan, salah satu motoris speed boat di Pelabuhan Tideng Pale, Kamis (26/3) kemarin.
Dia mengakui, sudah hampir sepekan belakangan ini tidak berangkat karena jumlah penumpang semakin hari semakin sedikit saja, yang semula bisa mencapai 8 – 10 orang, kini mencari 3 orang penumpang saja rasanya sulit sekali, terpaksa speedboat non reguler yang dia bawa harus menganggur, dia menyebut sepinya penumpang tidak hanya di Pelabuhan Tideng Pale saja tapi juga pada anjungan dermaga di Kecamatan Sesayap Hilir.
“Kalau terus-terusan begini keadaannya, bukan tidak mungkin momen lebaran yang biasanya ramai penumpang, saya yakin pasti sepi penumpang juga, karena orang sekarang ini lebih baik berdiam diri di rumah saja daripada keluar rumah tapi tidak menjamin mereka tidak tertulat virus, kami pun yang menyiapkan layanan transportasi laut pun tidak bisa berbuat banyak, hanya berharap kondisi akan kembali normal,” terang dia.
Sepinya penumpang transportasi laut, ternyata juga terjadi pada layanan jalur darat. Seperti pengakuan salah satu pemilik rental mobil, Irham menyebut carteran mobilnya pun ikut-ikutan sepi, sejak ada peringatan bagi semua warga untuk menghindari kerumuman, keramaian dan warga untuk tidak keluar rumah atau melakukan perjalanan keluar daerah guna mencegah terjadinya penyebaran corona, khususnya di KTT.
“Mobil rental sudah tidak jalan selama kurang lebih tiga minggu ini, padahal biasanya dua kali seminggu pasti jalan, ada yang minta antar-jemput ke Tanjung Selor, ada yang ke Malinau bahkan sampai ke Samarinda, kami menduga karena virus corona membuat orang harus berpikir dua kali kalau mau keluar rumah apalagi sampai melakukan perjalanan yang jauh,” tukas dia.
(*)
Reporter: Hanifah
Editor: Nurul Lamunsari