Bulungan

Pedagang Kesal, Setelah Membangun Baru Dilarang

Pembongkaran beberapa kios ilegal di Pasar Induk Tanjung Selor sempat diwarnai ketegangan. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Tegaskan Bangunan Ilegal akan Dibongkar, UPT Pasar Beri Deadline

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Penertiban kios-kios yang dinilai ilegal di Pasar Induk Tanjung Selor sempat diwarnai ketegangan. Kejadian itu bermula ketika petugas berupaya memberikan penjelasan, jika kios yang melewati batas alias bangunan ilegal bakal dibongkar.

Mendapat penjelasan itu, para pedagang sempat tak terima dengan pembongkaran tersebut. Karena para pedagang menilai, jika pihak UPT Pasar Induk Tanjung Selor tidak pernah memberikan peringatan mengenai pembangunan bangunan tambahan di bagian belakang kios mereka.

“Kalau memang ini tidak boleh di bangun, kenapa tidak tidak diberitahu kan ke kami. Pihak UPT (Pasar Induk Tanjung Selor) kan tinggal turun ke tempat kami. Jangan pas sudah dibangun begini, baru bilangnya itu di larang,” kesal Samsul, salah satu pedagang saat diwawancara, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, para pedagang dibuat rugi dengan adanya kebijakan tersebut. Apalagi ia sempat mendapat penjelasan, jika diperbolehkan membangun bagian bekalang kios hingga batas ujung parit.

Sedangkan, lanjut dia lagi, surat pemberitahuan larangan membangun baru dikeluarkan setelah ia dan beberapa pedagang lainnya melakukan pembangunan pada bagian belakang kiosnya.

“Surat pemberitahuannya itu, keluar setelah kita tempati bangunan ini. Waktu itu, (pihak) UPT (pasar Induk) juga sudah mengizinkan kami untuk menambah bangunan di bagian belakang,” ujarnya.

Para pedagang juga rupanya membayar iuran yang di setorkan kepada pihak UPT Pasar Induk sebesar Rp200 ribu setiap bulan. Dengan alasan, iuran itu digunakan untuk membiayai kebersihan pasar.

Selain itu, para pedagang juga di wajibkan membayar pajak sebesar Rp80 ribu per meter bangunan. “Sedangkan sampah-sampah kami, kami sendiri yang bersihkan. Tidak pernah juga ada petugas yang datang membersihkan tempat kami. Kami bayar pajar per meter setiap tahunnya,” kesalnya.

Terpisah, Kepala UPT Pasar Induk Tanjung Selor Abdul Halim mengungkapkan,  penertiban yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan aturan yang ada. Ia menegaskan jika telah menyampaikan kepada seluruh pedagang, tidak ada pembangunan bangunan lain selain bangunan yang telah disiapkan.

“Maksud kami yang di perbolehkan itu adalah hanya boleh membangun jembatan. Karena bagian belakang dari ruko ini kan ada parit. Kita perbolehkan untuk membangun jembatan, bukan malah bangunan baru,” ungkapnya.

Terkait tidak adanya pemberitahuan kepada pedagang atas bangunan liar, juga ditepisnya dengan tegas. Menurut dia, pengumuman telah disampaikan kepada seluruh pedagang jauh hari sebelum memasuki pembongkaran.

Berdasarkan pengumunan nomor: 511.1/030/PPK-UPTD.Pasar/II/2021, ada enam poin yang menjadi ketegasan pihaknya. Salah satu ketegasannya adalah, petugas keamanan akan bertindak tegas jika pedagang menambah bangunan di atas parit yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Kita tetap akan beri deadline. Hari ini (kemarin, red) masih kita berikan semacam ampunan. Tapi hari Jum’at (26/2/2021), semuanya harus bersih. Tidak ada lagi bangunan-bangunan lain selain yang sudah kita siapkan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah