Nunukan

Pasien Positif Covid-19 di Nunukan Bertambah 65 Orang

Aris Suyono

NUNUKAN, Koran Kaltara – Sebanyak 65 warga di Kabupaten Nunukan terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan, hampir seluruh kasus ini merupakan penularan lokal dari suspek maupun kontak erat pasien Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan Aris Suyuno mengatakan, pihaknya masih terus melakukan tracing atau kontak erat pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dari semua kasus ini, banyak pasien tanpa gejala, namun rapid test antigennya menunjukkan reaktif. Selebihnya, pasien suspek yang memiliki gejala deman, batuk pilek dan sebagainya,” terangnya kepada Koran Kaltara, Rabu (20/1/2021).

Dia menjelaskan, dari 65 kasus positif ini, salah satunya nenek Waginem (71), yang sebelumnya dinyatakan meninggal dengan status probable pada 15 Januari 2021 dan sudah dimakamkan dengan standar protokol kesehatan di Pemakaman Terpadu Nunukan Selatan.

“Kita juga mendata ada empat orang yang merupakan pelaku perjalanan ke luar Nunukan dengan hasil rapid test antigen reaktif,” terangnya.

Selain penambahan 65 kasus, kata dia, ada 24 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di RSUD Nunukan dinyatakan sembuh, berdasarkan pemeriksaan PCR follow up, dengan hasil negatif.

“Untuk yang dinyatakan sembuh, kita akan pulangkan. Saat ini, masih ada 63 pasien yang menjalani isolasi di RSUD Nunukan,” jelasnya.

Saat ini, kata Aris, dari ratusan swab yang dikirim, kini tertinggal tiga swab spesimen yang belum keluar hasilnya. “Kemungkinan kita akan kembali mengirim swab baru. Semoga tiga specimen ini hasilnya negatif,” tuturnya.

Dia menjelaskan, di pekan ketiga Januari 2021 ini merupakan kasus konfirmasi tertinggi dibanding bulan sebelumnya. Bahkan, sampai saat ini sudah ada 455 kasus terkonfirmasi, sedangkan di Desember hanya 375 kasus.

“Saat ini akumulatif kasus keseluruhan di Kabupaten Nunukan mencapai 913 kasus, dengan 639 kasus sembuh dan sembilan kasus meninggal dunia,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait vaksinasi, dia menyampaikan sebanyak 21 fasilitas kesehatan (faskes) telah ditunjuk untuk melaksanakan vaksinasi. Di antaranya, 17 puskemas, RSUD Nunukan, RS Pratama Sebatik, KKP dan Klinik Polres Nunukan.

“Untuk kesiapan tenaga vaksinator, saat ini sudah ada pelatihan fasilitator dan vaksinator. Jadi, mereka dibekali sehingga nanti tidak terjadi hambatan,” ungkapnya.

Menurut dia, ada 17 kelompok masyarakat yang tidak dapat diberikan vaksin Covid-19 dari Sinovac. Diantaranya, kriteria orang memiliki riwayat penyakit, wanita hamil dan menyusui, berusia di bawah 18 tahun, tekanan darah diatas 140/90, mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek dan sesak nafas dalam 7 hari terakhir.

Kemudian, ada anggota keluarga serumah yang kontak erat, suspek, konfirmasi dan sedang dalam masa perawatan pasien Covid-19. Lalu, kelompok yang sedang menjalani terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.

“Selain itu, kelompok yang juga dilarang vaksin Sinovac adalah kelompok yang menderita penyakit jantung (gagal jantung, penyakit jantung coroner), menderita penyakit autoimun sistemik (SLE/lupus, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya), penderita penyakit ginjal, menderita pemyakit reumatik, penderita penyakit saluran pencernaan kronis,” jelas dia.

Kemudian, kata dia, penderita penyakit hopertiroid, penderita penyakit kanker atau kelainan darah, penderita diabetes melitus, penderita HIV dan penderita penyakit paru (asma, PPOK, TBC). (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

Mari cegah penyebaran Covid-19 dengan 5 M;

  • Memakai masker
  • Mencuci tangan
  • Menjaga jarak
  • Mengurangi mobilitas dan interaksi
  • Menghindari kerumunan