Kaltim

Pasien Positif COVID-19 di Balikpapan Kabur

MULAI SEPI: Lapak di Pasar Pandasari banyak yang tutup sejak ditemukannya pedagang yang positif terpapar COVID-19. (Hendra/KK)
  • Pemkot Masih Pertimbangkan Penutupan Sementara Pasar Pandansari

BALIKPAPAN – Pasien positif COVID-19, BPN-198, perempuan 43 tahun, dikabarkan kabur ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Saat yang bersangkutan meninggalkan Balikpapan, hasil uji swab yang menyatakan dirinya positif terpapar COVID-19 belum disampaikan.

“Ketika petugas kami ingin menyampaikan hasil swab tersebut, yang bersangkutan menghilang,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty, Sabtu.

BPN-198 adalah istri dari pedagang Pasar Pandansari yang meninggal pekan lalu, setelah mengalami komplikasi parah yang disebabkan COVID-19. Karena itu, istri maupun anak yang bersangkutan segera dites swab.

“Namun karena masih dalam suasana berduka, kami tidak bisa serta-merta melakukan uji swab itu,” kata dr Juliarty. Baru 3 hari setelah pemakaman suaminya, istri dan anaknya menjalani uji usap tersebut sebagai bagian dari tracking untuk menghentikan penularan.

Setelah menjalani uji usap yang bersangkutan kemudian berhenti berjualan dan melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun ketika petugas datang, yang bersangkutan kemudian sudah tidak ditemukan.

Pelacakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menemukan bahwa pasien ini sudah berada di Banjarmasin, 560 km barat daya Balikpapan, atau lebih kurang 10-12 jam perjalanan dengan mobil. Keberadaan pasien tersebut juga sudah dilaporkan kepada gugus tugas di Banjarmasin.

“Agar segera ditemukan dan mendapat penanganan yang semestinya, karena yang bersangkutan positif terpapar COVID-19,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pada kesempatan yang sama.

Wali Kota Rizal menambahkan sementara ini belum diketahui, apakah Tim Gugus Tugas Banjarmasin sudah menemukan yang bersangkutan atau belum. “Kita masih menunggu laporan apakah sudah dapat atau belum,” kata Wali Kota.

Kadinkes dr Juliarty juga menyatakan, pihaknya tidak punya kemampuan mengawasi setiap pasien, apalagi yang menjalani isolasi mandiri di luar rumah sakit secara penuh 24 jam. Sama seperti mengenakan masker atau rajin cuci tangan, termasuk juga jaga jarak antarorang, menjalani isolasi adalah sepenuhnya kesadaran pribadi.

Sementara terkait Pasar Pandansari, Pemerintah Kota Balikpapan masih mempertimbangkan rencana penutupan sementara terutama ketika ditemukan 3 orang pedagang yang terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan spesimen milik 26 pedagang dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Samarinda.

“Masih dievaluasi, karena kan masih ada sisa. Kita tunggu sampai terakhir,” kata Rizal Effendi saat menyampaikan perkembangan kasus pandemi Covid-19, Minggu (5/7).

Sementara kondisi Pasar Pandansari kian sepi pengunjung sejak ditemukannya pedagang yang terpapar Covid-19. Banyak lapak tutup dan masyarakat lebih memilih belanja di pasar tradisional lainnya.

Sedangkan rencana pemasangan tirai plastik di lapak pedagang belum terealisasi hingga kini. Sejatinya tirai plastik untuk membatasi interaksi pedagang dengan pembeli ketika bertransaksi. “Pemasangan tirai masih dipersiapkan. Bukan cuma di Pasar Pandansari, bisa juga di Pasar Baru dan Pasar Klandasan,” sebutnya.

Rencana penutupan sementara Pasar Pandansari, lanjut Rizal, tetap dalam pertimbangan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan. “Ya kan rencana ditutup beberapa hari untuk penyemprotan disinfektan,” ucapnya. (*)

Sumber: Antaranews / Koran Kaltim

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah