Kaltara

Pantauan Hilal di Tarakan Terhalang Kabut

Kepala Kemenag Tarakan Shaberah menggunakan teropong memantau hilal. (Foto: Istimewa)

TARAKAN, Koran Kaltara – Rukyatul hilal atau pengamatan hilal dari Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (22/5/2020) tidak kelihatan karena tertutup kabut serta kondisi cuaca akan turun hujan.

Kepala Kemenag Tarakan, Shaberah menjelaskan, rukyatul hilal untuk menentukan 1 Syawal 1441 Hijriyah dilaksanakan di Taman Berlabuh, Lingkas Ujung, sekitar pukul 17.45 Wita sampai menjelang Mahgrib.

Rukyatul hilal dihadiri sekitar 15 orang dari, Kemenag Kaltara, Kemenag Tarakan, NU, MUI, Muhammadiyah, Pengadilan Agama, dan BMKG Tarakan.

“Pantauan hilal menggunakan teropong dari BMKG Tarakan, hasil pengamatan hilal tidak kelihatan, Tarakan biasa kabut dan kondisi mau hujan, dari beberapa tahun terakhir pantauan hilal tidak kelihatan,” jelas Shaberah.

Lebih lanjut Shaberah mengatakan, dari Kota Tarakan pantauan hilal tidak kelihatan. Ia mengaku tidak tahu bagaimana beberapa titik (daerah) lain di seluruh Indonesia. Menurutnya, kemungkinan tidak kelihatan karena di bawah ufuk.

“Menurut perhitungan jika di bawah ufuk memang tidak pernah kelihatan, di atas ufuk pun jika satu derajat biasanya juga tidak kelihatan,” katanya.

Selanjutnya untuk 1 Syawal menunggu pengumuman resmi dari Menteri Agama. Diketahui, tadi sore seluruh Indonesia memantau hilal. Jika ada yang melihat hilal dan berani di atas sumpah Kementerian Agama RI memutuskan besok Lebaran.

“Di Jakarta sedang rapat hari ini, kalau misal tidak ada yang melihat hilal, puasa sesuai kaidah Agama dibulatkan 30 hari jadi Lebaran hari Minggu (24/5/2020),” terangnya.

Shaberah menambahkan, Sabtu 23 Mei 2020 dipastikan hilal akan kelihatan di seluruh Indonesia 6 derajat sampai 7 derajat. Dari informasi BMKG untuk wilayah Merauke sudah kelihatan 7 derajat.

Agar informasi tidak simpang siur, 1 Syawal menunggu pengumuman Menteri Agama, “Imbauan saya dengarkan keputusan pemerintah tentang penetapan 1 Syawal. Kalau kata pemerintah Sabtu ya ikut Sabtu, kalau kata pemerintah Minggu ya ikut minggu,” tutup Shaberah. (*)

Reporter: Ariyanto
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah