Headline

Optimisme Peningkatan Produktivitas Pertanian

Tampak Kantor DPKP Kaltara yang terletak di Jalan Langsat, Tanjung Selor, Bulungan. (Foto: Fathu Rizqil Mufid/ Koran Kaltara)
  • Kaltara Fokus Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara Meski di tengah Pandemi Covid-19 yang melanda pada tahun 2020 lalu, sektor pertanian di Indonesia dinilai memberikan kontribusi positif. Hal itu diungkapkan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo. Untuk itu, pada 2021, Mentan mengajak untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan dengan memberikan intervensi dalam peningkatan produktivitas.

“Refocusing akan tetap pada peningkatan produktivitas. Saya kira ini adalah bagian-bagian yang kita orientasikan bersama,” ujar Syahrul dalam keterangan tertulisnya, Februari lalu.

Ia optimis peningkatan produktivitas pertanian bisa dilakukan. Terlebih sektor pertanian sangat penting dan menjadi penyelamat di tengah turbelensi pandemi Covid-19. Oleh karena itu, menteri yang akrab disapa SYL itu menegaskan, ada atau tidaknya refocusing dan realokasi anggaran, produktivitas pertanian harus tetap terjamin.

Syahrul menambahkan, Kementan juga berfokus pada pemenuhan pangan bagi 270 juta penduduk Indonesia. Hal tersebut diimplementasikan melalui program ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas. Salah satu contoh kegiatan prioritas dalam rangka mewujudkan program tersebut adalah melalui peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai, serta pangan lokal, termasuk program food estate.

Di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), juga tengah gencar untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Di samping arahan dari Kementan, kepala daerah di provinsi paling bungsu ini juga berharap sektor pertanian dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat. Meski disadari, masih merebaknya Virus Corona berdampak pada alokasi anggaran yang mengalami penurunan.

“Dari APBN, ada sekitar Rp30-an miliar untuk semua bidang pertanian. Skala prioritas APBN mengacu pada program prioritas Menteri Pertanian. Salah satunya fokus terhadap ketahanan pangan. Misalnya, tanaman pangan harus naik, capaiannya berapa, dan seterusnya,” kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Diana Risawaty, Rabu (3/3/2021).

Adapun program pertanian secara umum yang didanai APBD Kaltara, sedang dilakukan pembahasan. Seperti diketahui, Gubernur Kaltara menyinkronkan seluruh program dengan visi misinya selaku kepala daerah. Namun demikian, disebutkan Diana, beberapa program yang prorakyat diyakini akan tetap terlaksana.

“Yang APBD, seperti pengadaan benih padi, sudah berproses, namun saat ini harus dihentikan dulu. Tapi saya yakin, pihak Bappeda paham kegiatan mana yang tidak bisa di-refocusing. Artinya, kegiatan mendesak tetap dilaksanakan. Misalnya, pengadaan benih padi bisa lanjut, karena itu kebutuhan masyarakat,” kata Diana menjelaskan. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah