Tarakan

Okupansi Hotel Turun, Banyak Reservasi Dibatalkan

Resepsionis hotel di Tarakan melayani tamu. (Foto: Ariyanto)

TARAKAN, Koran Kaltara – Tingkat hunian atau okupansi hotel di Kota Tarakan mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Khususnya selama wabah virus corona melanda Indonesia.

Salah satunya Hotel Lotus di Jalan Mulawarman, Tarakan, sejak seminggu terakhir beberapa tamu cancel booking atau membatalkan pesanan dengan alasan belum bisa berpergian.

“Paling tidak ada 30 persen dari reservasi yang dicancel tamu dari luar daerah, kemungkinan karena adanya wabah virus corona,” terang General Manager Hotel Lotus, Ricart, Selasa (17/3/2020).

Dia mengatakan, penurunan okupansi hotel sekitar 10-15 persen. Penurunan dikarenakan banyak pembatalan reservasi. “Pengunjung kita saat ini mencapai 60 persen, dari biasanya rata-rata 80 persen dengan total kamar sebanyak 42 kamar,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan pencegahan virus corona, pihak hotel juga menyiapkan hand sanitizer di setiap ruangan seperti lorong, loby, hall room, toilet atau area yang banyak aktivitas tamu.

“Kita juga lakukan penyemprotan disinfektan menggunakan alkohol di setiap ruangan dua hari sekali, termasuk di kamar dengan penyemprotan dan lap,” katanya.

Sementara itu, Swiss-Belhotel Tarakan juga mengalami hal yang sama. Tingkat hunian turun drastis sejak adanya Covid-19. Penurunan tamu berlangsung sudah empat hari dan diprediksi akan terus turun.

“Adanya virus corona sedikit banyak sangat berdampak pada hotel, kegiatan pemerintahan, perusahaan maupun perorangan yang jauh hari booking, melakukan postpone (menunda) dan cancel,” terang General Manager Swiss-Belhotel Tarakan, Ireng Maulana, Selasa (17/3/2020).

Ireng mengatakan dari sembilan yang sudah booking, enam di antaranya cancel dan sisanya kemungkinan menyusul seiring dengan perkembangan Covid-19.

“Tingkat hunian langsung drop sekitar 9 persen mulai empat hari lalu dari sebelumnya tingkat hunian mencapai 61 persen dari 82 kamar,” ungkapnya.

Ireng mengatakan, rata-rata tamu yang menginap paling banyak berasal dari dalam negeri sekitar 60 persen dan luar negeri 40 persen.

Dalam rangka pencegahan virus corona, pihak hotel menyiapkan hand sanitizer di ruang loby, restoran, toilet, resepsionis. Kemudian pembersihan di area publik yang banyak digunakan tamu dilakukan 2 jam sekali. (*)

Reporter : Ariyanto
Editor: Didik