Nunukan

Oknum PNS Kurir Sabu, Akan Diberhentikan Sementara dari Status PNS

Kepala BKPSDM Nunukan, Kaharuddin Tokkong

NUNUKAN, Koran Kaltara – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, Wahab,  kurir sabu-sabu seberat 950 gram yang ditangkap pada Senin (22/6/2020) lalu di salah satu penginapan di Jalan Tien Soeharto Nunukan Timur, akan diberhentikan sementara dari status PNS.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nunukan, Kaharuddin Tokkong mengatakan, hari ini Kamis (2/7/2020), BKPSDM bersurat ke Polres Nunukan untuk meminta kejelasan status Wahab.

Status Wahab dari Kepolisian sangat diperlukan sebagai dasar dan pertimbangan untuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan.

“Kalau sudah ada keterangan dari Polres Nunukan, tentunya akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku. Jika ditetapkan sebagai tersangka, maka akan diberhentikan sementara, kemudian menerima 50 persen dari gaji pokok, sambil proses hukum berjalan,” ujar Kaharuddin saat ditemui Kamis (2/7/2020).

Ia mengatakan, berkaitan dengan aturan pembinaan disiplin PNS, diatur di PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dalam PP tersebut, sudah ada diatur berkaitan dengan hukuman disiplin yang diterapkan kepada PNS yang melakukan pelanggaran.

Ada tingkatan dari jenis hukuman, yaitu; hukuman disiplin ringan, disiplin sedang dan berat. Hukuman disiplin ringan berupa teguran tertulis dan lisan. Kemudian hukuman disiplin sedang di antaranya penurunan pangkat, penundaan kenaikan gaji berkala.

Untuk hukuman disiplin berat juga macam-macam. Ada penundaan pangkat satu tingkat selama tiga tahun. Misalnya golongan 3c diturunkan pangkatnya menjadi 3b selama tiga tahun.

“Ada lagi yang namanya pemberhentian dengan hormat, kemudian pemberhentian tidak dengan hormat. Yang pemecatan tidak dengan hormat, biasanya menyangkut tentang kasus korupsi. Ada juga diberhentikan dengan hormat, biasanya seperti kasus narkoba,” kata Kaharuddin.

Sebelumnya, Wahab ditangkap oleh Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Nunukan pada tanggal 22 Juni 2020 lalu, sekitar pukul 21.30 wita. Wahab yang berperan mengambil sabu-sabu seberat 950 gram di dalam kamar nomor 11 di salah satu penginapan atas arahan dari Bambang, sebagai pemilik dari barang haram tersebut.

Baik Wahab maupun Bambang, keduanya kini menjalani proses hukum dan ditahan di rutan Mapolres Nunukan.
Keduanya, disangkakan pasal 114 ayat (2) subside pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah