Kaltara

Oknum Loloskan Pemudik Bakal Disanksi

Sanksi menanti jika ada aparat yang meloloskan pemudik dalam lebaran tahun 2021 ini. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Polda Kaltara: Ada Hukuman Dua Kali Lipat

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Larangan untuk mudik yang ditetapkan pemerintah langsung ditanggapi aparat kepolisian. Sebagai ketegasan, Polri mengancam jika ada anggota Korps Bhayangkara yang dengan sengaja meloloskan pemudik pada periode lebaran tahun 2021.

Kasatgas Opsda “Keselamatan Kayan 2021” Kombes Rhomdon Natakusuma mengatakan, anggota yang meloloskan pemudik akan diberi sanksi dua kali lipat dari hukuman normalnya. Dimisalkan, kata dia, jika ada anggota yang melanggar, maka normalnya diberi hukuman 21 hari kurungan.

Namun karena ada ketegasan dari Korlantas Polri Irjen Istiono, hukuman itu akan ditambah dua kali lipat lagi.

“Kita sesuaikan dengan kebijakan dari Mabes Polri. Anggota yang meloloskan pemudik, diberi sanksi dua kali lipat. Artinya, 21 hari kurungan di tambah lagi 21 hari kalau memang melanggar,” katanya kepada Koran Kaltara.

Rhomdon mengungkapkan, ketegasan itu memang penting diingatkan kepada anggotanya yang bertugas di lapangan. Mengingat, pemerintah melalui peraturan menteri nomor 13 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama masa Idulfitri 1442 H, telah melarang untuk melakukan mudik lagi di tahun ini.

Pandemi Covid-19 yang masih melanda, menjadi alasan kuat mudik lebaran tahun 2021 ini kembali dilarang. Sehingga, hal itu juga harus menjadi ketegasan aparat yang bertugas di lapangan untuk benar-benar mendukung kebijakan pemerintah.

“Kan sudah ada aturannya, kalau mudik dilarang karena masih pandemi (Covid-19). Makanya kita minta jangan mudik dulu. Anggota di lapangan juga kita ingatkan, jangan ada yang meloloskan pemudik kalau tidak memenuhi syarat,” tegasnya.

Larangan mudik di tahun ini, lanjut Rhomdon, disosialisasikan polisi dalam Operasi “Keselamatan Kayan 2021). Operasi yang digelar mulai Senin (12/4) hingga Minggu (25/4) atau tepatnya 14 hari, kepolisian memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai larangan mudik tersebut.

“Kalau sekarang ini kan sebatas sosialisasi. Anggota yang terlibat dalam operasi (Keselamatan Kayan 2021) kita minta lakukan sosialisasi larangan mudik,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Lalulintas (Dir Lantas) Polda Kaltara itu.

Untuk menyekat warga yang nekat mudik, diakui Rhomdon sampai saat ini belum mendirikan posko-posko pengamanan. Ia beralasan, pihaknya masih fokus pada Operasi “Keselamatan Kayan 2021” yang memastikan situasi kamtibmas selama bulan puasa tetap kondusif.

Berubahnya aktifitas masyarakat di bulan Ramadan kali ini, menjadi fokus sementara kepolisian sebelum memasuki operasi selanjutnya.

“Belum (penyekatan di jalur masuk). Kita fokus operasi keselamatan dulu. Pastikan situasi kamtibmas tetap kondusif dulu selama puasa ini. Nanti kalau di operasi ketupat, mungkin ada posko pengamanan kita dirikan. Tapi kita selesaikan operasi ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Hariadi

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah