Hukum Kriminal

NR Pura-pura Ketemu OB

Barang bukti sabu, 0,44 gram yang ditemukan hendak dijual NR. (Foto : Istimewa)
  • Padahal Mau Transaksi Sabu di Hotel

TARAKAN, Koran Kaltara – Jadikan hotel sebagai lokasi transaksi sabu, seorang lelaki berinisial NR alias Dani diamankan Sat Reskoba Polres Tarakan sekira pukul 00.30 Wita, pekan lalu. Dari penangkapan NR, Sat Reskoba gagal mengembangkan ke pelaku lainnya lantaran NR mengaku tidak tahu identitas orang yang memberikannya sabu.

Kasat Reskoba Polres Tarakan Iptu Sunaryo melalui Kaur Bin Ops Sat Reskoba Ipda Amiruddin mengatakan, pihaknya menerima informasi akan ada transaksi sabu di hotel, sekira pukul 23.00 Wita. Setelah kurang lebih 1,5 jam melakukan penyelidikan, barulah diketahui lokasi hotel yang akan menjadi tempat transaksi di sekitar Jalan Jendral Sudirman.

“Kami lidik, terus survei di Hotel di Jalan Jenderal Sudirman itu sesuai dengan ciri-ciri target operasi yang diberikan. Di lobi hotel, ternyata ada orang yang mirip dengan target kami itu,” ujarnya, Kamis (10/6/2021).

Selanjutnya, sekita pukul 12.30 Wita tim opsnal Sat Reskoba bergerak untuk melakukan penangkapan. NR pun diamankan di bagian lobi hotel. Sedangkan staf hotel diminta untuk menjadi saksi penggeledahan.

“Di tas selempang, warna coklat itu ditemukan tiga bungkus kecil sabu yang siap edar. Sabu ini kalau dijual sekitar Rp150-an lah per bungkus kecil itu,” ungkap Amiruddin.

Selain sabu sekitar 0,44 gram, ditemukan juga ada uang tunai senilai Rp150 ribu. Pengakuan NR, uang yang ditemukan ini merupakan hasil penjualannya, jadi 0,44 gram sabu maupun uang yang ditemukan turut dijadikan barang bukti dan dibawa ke Mapolres Tarakan.

Hasil pemeriksaan polisi, kedatangan NR ke lobi hotel itu memang untuk menunggu pembeli. Jadi, NR menerima pesanan melalui pesan singkat, di aplikasi masengger maupun whatshapp. Jika ada pesanan, ia akan menunggu di lobi hotel.

NR juga sebenarnya memanfaatkan temannya yang bekerja sebagai office boy (OB) di hotel tempatnya transaksi. Alasan NR datang ke hotel untuk datang dan menemani tapi mengedarkan sabu. NR sendiri sebenarnya beralamat di RT 21 Gang Timor, Kelurahan Kampung Satu.

“Hasil interogasi kami, si NR ini menolak menyebutkan siapa yang menjual sabu ke dia. Masih tertutup. Alasannya tidak kenal sama orang itu. Cuma kata NR, sabu dibawa seorang menggunakan kapal yang muat buah dan pisang dari Sungai Nyamuk, Sebatik. Tahunya orang itu dari kapal dan tidak ada nama. NR dihubungi, datang dan sandar di Jembatan Besi dan disitulah ambil sabunya,” ungkap Amiruddin.

Setelah mengambil sabu, kemudian dikemas lagi dalam ukuran lebih kecil dan sabu dibawa ke Hotel untuk diantarkan ke pembelinya.

“Kami geledah rumahnya dan ditemukan plastik klip itu dua bundel. Plastik ini yang dipakai kemas ulang sabu. Pengakuannya NR sih baru sekitar setahun jualan sabu. Selain jualan, pakai sabu juga. Kami sangkakan pasal 112 ayat 1 Junto pas 114 ayat 1 Undang undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tandasnya. (*)

Reporter: Sahida

Editor: Hariadi

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah