Hukum Kriminal

Nongkrong Tunggu Pembeli, IRT Pengedar Sabu Ditangkap Polisi

HA beserta barang bukti 22 bungkus sabu saat diamankan tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Tarakan, Minggu (23/12/2018) lalu. (Foto: Istimewa)
TARAKAN, Koran Kaltara – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), berinisial HA (44) diamankan Sat Reskoba Polres Tarakan dirumahnya,  di Jalan Cendawan, RT.03, Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah sekira pukul 19.00 Wita, Minggu (23/12/2018). Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan, melalui Kasat Reskoba Polres Tarakan Iptu Bahrul Ulum menuturkan, HA memang sudah menjadi targetnya sejak lama. Setelah…

TARAKAN, Koran Kaltara – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), berinisial HA (44) diamankan Sat Reskoba Polres Tarakan dirumahnya,  di Jalan Cendawan, RT.03, Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah sekira pukul 19.00 Wita, Minggu (23/12/2018).

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan, melalui Kasat Reskoba Polres Tarakan Iptu Bahrul Ulum menuturkan, HA memang sudah menjadi targetnya sejak lama. Setelah mendapatkan informasi HA memiliki sabu untuk dijual, tim opsnal Sat Reskoba langsung bergerak kerumahnya.

“Waktu kami kerumahnya, (HA) lagi nongkrong didepan rumahnya nunggu pembeli. Kami langsung lakukan penggerebekan didalam rumahnya, disaksikan ketua RT,” ujarnya, dikonfirmasi Selasa (25/12/2018).

Menurut pengakuan HA, sudah berjualan sabu cukup lama.Biasanya, ia stok sabu satu bal, kemudian dipecah dalam ukuran lebih kecil untuk dijual kembali. Dari satu bal ini, dirumahnya hanya tersisa setengah bal, sekitar 22 bungkus dengan berat bruto 26.68 Gram.

Sabu ditemukan bersama 1 lembar tisu warna putih, 2 buah tas warna merah,1 kotak plastik doublemint berwarna hijau, 1 buah tas warna hitam, 1 buah plastik klip bertuliskan flame,1 unit HP Nokia warna hitam merah, 1 buah penjepit besi, 1 buah timbangan merk konstan warna abu-abu.

“Kami temukan juga uang Rp47 juta didalam kamarnya.Jadi, semua barang bukti yang kami duga berkaitan dengan tindak pidana narkotika, selanjutnya dibawa bersama HA ke Mapolres,” imbuhnya.

Namun, dari uang Rp47 juta ini, HA mengaku hanya Rp27 juta hasil penjualan sabu, sementara Rp20 juta adalah uang titipan dari keluarganya.

Iptu Bahrul mengaku tidak bisa langsung mempercayai pengakuan HA, karena uang saat ditemukan dalam satu tempat sehingga semua turut disita dan dijadikan barang bukti.

“Kalau di Pengadilan tidak terbukti, kan dikembalikan.Intinya, kalau memang uang itu bukan milik HA, ya harus dibuktikan nanti di persidangan,” tegasnya.

HA resmi ditetapkan tersangka dan dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009. “Ancamannya, bisa sampai 20 tahun penjara,” tandasnya. (*)

Reporter: Sahida

Editor: Hariadi

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 26 Desember 2018