Kaltara

Nilai Tukar Petani Februari Tumbuh Positif

Tampak Kantor BPS Kaltara di Jalan H. Maskur Tanjung Selor. (Foto : Agung/Koran Kaltara)
  • Naik 0,29 Persen Dibandingkan dengan Januari

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara), mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) tumbuh positif pada Bulan Februari 2021. Yakni naik 0,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Sesuai hasil pendataan pada empat kabupaten di Kalimantan Utara, khususnya di wilayah pedesaan pada Februari 2021, NTP Kalimantan Utara tercatat sebesar 103,92. Terjadi kenaikan sebesar 0,29 persen dibandingkan dengan Bulan Januari 2021,” kata Panca, awal pekan ini.

Panca menjelaskan, peningkatan NTP disebabkan indeks harga yang diterima petani dari produk yang dijualnya, lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani untuk produksi dan konsumsi sehari – hari.

“Indeks harga yang diterima petani sebesar 109,25. Ada kenaikan 0,25 persen. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani sebesar 105,12, atau turun 0,04 persen,” jelas Panca.

Berdasarkan subsektor pertanian, Panca memaparkan jika mayoritas mengalami kenaikan NTP. Dari lima subsektor yang ada, hanya satu subsektor yang mengalami penurunan. Yaitu subsektor tanaman holtikultura.

“Jika kita lihat berdasarkan NTP per subsektor, di Kaltara pada Februari 2021, hampir di semua subsektor mengalami peningkatan NTP. Kecuali subsektor holtikultura, dimana subsektor ini terjadi penurunan 0,04 persen. Yaitu dari 95,15 menjadi 95,12,” ujarnya.

Adapun, untuk subsektor lain, tercatat Nilai Tukar Tanaman Pangan (NTPP) naik 0,11 persen menjadi 99,68. Kemudian Nilai Tukar Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) tergolong stabil di angka 124,19. Lalu Nilai Tukar Peternakan (NTPT) naik 1,38 persen menjadi 104,75.

“Sedangkan Nilai Tukar Perikanan naik 0,30 persen menjadi 101,50. Baik Perikanan Nelayan atau Budidaya, sama sama mengalami kenaikan. Masing masing sebesar 0,11 persen dan 0,52 persen,” kata Panca.

Sebagaimana diketahui, NTP merupakan salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk melihat perkembangan kesejahteraan petani. Apabila NTP di atas 100, menggambarkan adanya keuntungan yang didapatkan petani. Sedangkan jika di bawah 100, menggambarkan petani merugi karena biaya produksi dan konsumsinya lebih tinggi dibandingkan rupiah yang didapat saat panen. (*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Edy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah