Hukum Kriminal

Ngamuk di Kampungnya, Warga Kampung Enam Diangkut Polisi

RS dan barang bukti sajam yang diamankan Unit Reskrim Polsek Tarakan Timur. (Foto : Istimewa)

TARAKAN, Koran Kaltara – Sering berlagak bak jagoan, RS (37), warga Jalan Gunung Kerinci, RT. 10 Kelurahan Kampung Enam ditangkap Unit Reskrim Polsek Tarakan Timur. Penangkapan RS ini awalnya dari laporan Babinkamtibmas, terkait aduan warga, RS baru saja mengamuk di sekitar rumahnya.

“Babinkamtibmas langsung turun mendapatkan laporan dari warga. Pas diamankan, ternyata ada bawa pisau badik,” kata Kapolsek Tarakan Timur, AKP Faisal, Rabu (7/4/2021).

Pengakuan RS, keributan yang terjadi karena ada anak-anak yang ribut di depan rumahnya, jadi dikejar RS hingga mengakibatkan keributan. RS diketahui sering minum-minuman keras dan menghisap lem. RS juga tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya ikut kerja kasar, seperti pekerjaan Borongan bangun rumah.

Meski sering mabuk, RS tidak pernah berlagak preman untuk meminta uang kepada warga sekitar. Kepada polisi, RS mengaku hanya mau ikut mabuk. Namun, karena saat ia hendak istirahat ada anak-anak yang ribut di depan rumahnya, akhirnya ia keluar dan sambil membawa badik.

“Ya, kan ada Undang undang yang mengatur, tidak boleh membawa senjata tajam. Apalagi sampai mengamuk dan mengancam keselamatan warga. Makanya Babintamtibmas langsung turun mengamankan RS ini, kemudian kami bawa ke Polsek untuk ditindak pidana,” terangnya.

Sebelum ini, beberapa bulan lalu RS juga sempat membuat warga Jalan Gunung Selatan di Kelurahan Kampung Satu Skip, heboh. Lantaran ada warga yang melihat RS terkapar di pinggir jalan yang akan curam, dalam posisi telungkup di bawah pohon.

“Waktu itu warga kira RS ini korban kecelakaan atau bunuh diri kah, melompat ke jurang dari pinggir jalan atau dari pohon. Rupanya, pas didatangi warga, eh malah dia bangun,” ungkapnya.

Kapolsek menerangkan, biasanya orang yang suka mengkonsumsi lem untuk mabuk sering bertindak kasar dan memanjat pohon sampai mencari air untuk berendam. Bahkan, RS juga sering memanjat pohon di sekitar rumahnya, kalau sudah mabuk usai menghiup lem.

“RS kami sangkakan pasal 2 ayat 1 Undang undang Darurat No. 12 Tahun 1951. Ancaman pidananya, bisa penjara sampai 5 tahun keatas,” tegasnya. (*)

Reporter: Sahida

Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah