Hukum Kriminal

Ngaku Pacaran, Anak Tetangga Ditiduri

Pelaku pencabulan terhadap gadis berusia 13 tahun yang telah diamankan. (Foto : Ist)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kasus pencabulan atau persetubuhan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Bulungan.

Kali ini, sebut saja Bunga (13) disetubuhi pria berinisial ADD (31). ADD itu pun akhirnya ditangkap polisi pada Kamis (15/7/2021) lalu di rumahnya daerah Baratan, Desa Gunung Seriang, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan.

Kasat Reskrim Polres Bulungan Iptu Khomaini, melalui Kanit PPA Ipda Lince Karlinawati mengungkapkan, aksi pencabulan yang dilakukan pelaku, diakuinya berdasarkan suka sama suka.

Pelaku dan korban, kata Lince, menurut pengakuan ADD telah menjalani hubungan asmara alias pacaran.

“Mereka ini (pelaku dan korban) katanya pacaran. Itu pengakuan si pelaku. Mereka kan tinggalnya bertetangga juga. Karena sama-sama tinggal di mess perusahaan di desa itu,” katanya kepada Koran Kaltara.

Pelaku juga mengaku hubungan terlarangnya dengan korban itu sudah berlangsung sejak lama.

Hubungan layaknya suami istri, kerap dilakukan pelaku kepada korban dengan cara merayu korban.

“Kalau pengakuan si pelaku, baru dua kali. Tapi dugaan kita, kemungkinan sudah sering. Karena kan, mereka pacaran sudah lama. Pelaku dan korban ini tinggal berdekatan juga,” ungkapnya.

Perbuatan pelaku terbongkar pada Minggu (11/7) lalu. Pelaku kepergok telah menyetubuhi korban di kamar rumahnya.

Saat itu, korban mendatangi rumah pelaku. Saat tiba di rumahnya, pelaku tiba-tiba memanggil korban untuk masuk ke dalam kamarnya.

“Saat tiba di dalam kamar, pelaku ini mulai beraksi. Awalnya hanya mencium korban. Setelah itu pelaku langsung membuka pakaian korban lalu menyetubuhinya di dalam kamar,” jelasnya.

Akibat kelakuan ADD, orangtua korban merasa tak terima dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Saat diamankan, pelaku pun sudah tak berkutik dan akhirnya mengakui semua perbuatannya.

ADD akan dikenakan pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 17 tentang penetapan PERPU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua di atas UU RI Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya itu 15 tahun penjara,” sambungnya.

Atas kejadian itu, Lince mengingatkan atas pengawasan anak terhadap lingkungannya. Terutama selalu mencari tahu, si anak bergaul dengan siapa saja.

“Awasi anak-anak kita. Perhatikan dengan siapa dia bergaul. Karena beberapa kasus pencabulan yang kita ungkap, pelakunya adalah kelurga sendiri,” pungkasnya. (*)

BACA JUGA:

Enam Bulan, Ada 9 Kasus Pencabulan di Bulungan

Usai Pesta Ulang Tahun, Gadis 14 Tahun Disetubuhi

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho