Hukum Kriminal

Napi LA Terlibat 2,8 Kg Sabu Masuk Strap Sel

Pengungkapan sabu 2,8 kg yang melibatkan napi Lapas Tarakan. (Foto : Ramlan)

TARAKAN, Koran Kaltara – Pengungkapan 2,8 kg sabu yang dilakukan jajaran Polres Bulungan selain menetapkan tiga orang tersangka, AN (26), SA (28), AD (37) juga menjadikan LA (47) narapidana Lapas Kelas IIA Tarakan sebagai tersangka.

Kapolres Bulungan, AKBP Ronaldo Maradona mengatakan sejak berhasil menangkap tiga tersangka, Sabtu (18/9/2021) lalu pihaknya mengembangkan lagi ke pemesan sabu yang ternyata melibatkan napi di dalam Lapas.

“Dari kerja sama dengan Lapas Tarakan, kami mendapatkan dan menyinkronkan keterangan yang kami dapatkan dari tersangka AD. Kami konfirmasi ke Lapas Tarakan, pemesan keberadaanya di dalam Lapas berinsial LA. Barang dipesan dari Malaysia,” ujarnya, dalam press rilis, Kamis (23/9/2021).

Kepala Lapas Tarakan Yosef Yambise saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sejak awal sudah membantu proses penyidikan dengan mengamankan LA. Kemudian, menyita alat komunikasi yang digunakan LA.

“Kami sudah mencoba meminimalisir. Dalam setiap kegiatan dan pertemuan kami sampaikan untuk berubah. Tapi, masih ada orang diluar Lapas yang mencoba memanfaatkan orang di dalam Lapas karena dianggap aman mengendalikan. Dengan keterbatasan petugas secara SDM maupun kuantitas dan jumlah sangat terbatas,” katanya, dihubungi Jumat (24/9/2021).

Humas Lapas Tarakan, Muhammad Fauzan Rizki menambahkan Kepala Kesatuan Lapas (KPLP) Tarakan langsung melakukan tindakan terukur kepada warga binaan yang terkait kasus pengungkapan 2,8 kg sabu.

“Penyidik Polres Bulungan melakukan pemeriksaan di dalam Lapas. Kami juga langsung memproses warga binaan tersebut untuk masuk kedalam strap sel, sebagai tindakan berkelanjutan dari kami,” tegasnya.

LA diketahui merupakan napi kasus narkotika dan masih menjalani masa hukumannya.

LA baru pertama kali menjadi narapidana, kemudian terlibat lagi dalam kasus yang sama. Ia memastikan akan membantu proses penyidikan hingga kasusnya selesai.

Sebelumnya, penyidik Polres Bulungan hanya melakukan peminjaman untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari pihak internal Lapas juga melakukan pemeriksaan oleh KPLP.

Sementara, LA tidak dibawa ke Polres Bulungan dan pemeriksaan tetap dilakukan di Lapas Tarakan.

“Sementara warga binaannya (LA) masih di dalam strap sel,” katanya.

Dengan adanya pengembangan ke dalam Lapas, diakui Fauzan pihaknya kecolongan. Meski pihaknya sudah sering melakukan razia dan pembinaan di dalam Lapas. Tindakan preventif sudah dilakukan semaksimal mungkin, dengan melakukan razia HP dan mengantisipasi narkotika di dalam Lapas. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

 

TOPIK TERKAIT:

Sabu 2,8 Kg Dikendalikan dari Balik Lapas Tarakan

Dua Wanita Ditangkap Bawa Sabu 2 Kg

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment