Politik

Muddain: Demokrat Kaltara Tetap Solid kepada AHY

Muddain ST
  • Bakal Sanksi Kader yang Mencatut DPD Kaltara di KLB

TARAKAN, Koran Kaltara – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Utara menegaskan, masih tetap setia dengan Agus Harimuti Yudhoyono sebagai ketua umum, meskipun terdapat Kongres Luas Biasa (KLB) Partai Demokrat yang berlangsung di Deli Serdang Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021) lalu. Hal ini ditegaskan Sekretaris DPD Partai Demokrat Kaltara, Muddain ST.

Menurutnya, Demokrat Kaltara mulai dari tingkat DPD, DPC, hingga PAC tetap konsisten terhadap kongres sebelumnya yang mengamanahkan kursi ketua umum kepada AHY. Sedangkan KLB yang belum lama ini terjadi dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu, dianggap inkonstitusional.

“Yang jelas Demokrat Kaltara tetap solid kepada AHY, kepemimpinan AHY sampai saat ini yang kami yakini masih sebagai ketua umum. Sedangkan hasil KLB merupakan inkonstitusional dan melanggar AD/ART Partai Demokrat. Karena dari beberapa syarat untuk melakukan KLB, hampir semua tidak terpenuhi,” terangnya, Minggu (7/3/2021).

Lebih lanjut, dikatakan Muddain, pelaksanaan KLB bisa dilakukan dengan syarat, dihadiri oleh pemilik suara 2/3 dari jumlah DPD,  50 persen dari pemilik suara di tingkat DPC, mendapatkan persetujuan dari majelis partai dan pelaksanaan KLB harus dilakukan oleh DPP partai Demokrat. Berbagai syarat tersebut diakui Muddain tidak dipenuhi oleh kelompok yang melakukan KLB.

Oleh karena itu, hampir 93 persen tingkat DPD maupun DPW yang ada di Indonesia memberikan surat pernyataan dukungan moral dan legitimasi kepada AHY dan masih mengakuinya sebagai ketua umum. Sedangkan di Kaltara, dapat dipastikan 100 persen kader masih setia kepada AHY, sehingga tidak ada 1 pun kader yang ikut kegiatan KLB tersebut.

Kalaupun ada kader yang mengatasnamakan pengurus Kaltara, organisasi akan melakukan evaluasi dan sanksi tegas. Namun jika mengatasnamakan pribadi, maka bisa dikatakan bahwa kader abal-abal sehingga kegiatan KLB juga hasilnya abal-abal.

Sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi, negara harus lebih bijak dalam menyikapi kemelut ini. “Kami melihat bahwa, kalau pemerintah bisa mengeluarkan atau memberikan persetujuan hasil KLB, maka pemerintah sendiri telah memberikan pembelajaran yang tidak baik kepada masyarakat Indonesia tentang demokrasi. Karena siapapun bisa mengobrak-abrik partai politik yang sudah ada, bahkan bisa saja parpol lainnya.” Tegasnya.

Muddain menyakini bahwa masyarakat Indonesia sudah cerdas dalam memberikan penilaian, siapa yang terzolimi dan siapa yang menzolimi, sehingga kader Demokrat Kaltara yang masih rasional tetap mencintai Kaltara dan Indonesia dengan tetap setia kepada AHY. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustofa
Editor: Haryadi

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah