Advertorial

Mudahkan Pelayanan, Bayar Parkir Bisa Pakai QRIS

Wali Kota Khariul mengalungkan ID Card yang memiliki barcode QRIS kepada juru parkir. (foto : HUMPRO Tarakan)
  • ASN Harus Berikan Contoh pada Masyarakat

TARAKAN – Sejak Kamis (5/11) lalu, Pemkot Tarakan melalui Dinas Perhubungan membuat inovasi untuk mempermudah masyarakat membayar parkir.

Saat ini terdapat tiga pilihan yang bisa dilakukan warga saat membayar parkir. Pertama dengan berlanganan selama 1 tahun, kemudian membayar secara tunai, dan yang ketiga dengan berbasis Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Selain mempermudah masyarakat dalam bertransaksi membayar parkir, penggunaan uang non tunai juga sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, juga untuk meminimalisir kebocoran pendapatan retribusi dari sektor parkir yang selama ini sering menguap. Apalagi masih banyak oknum juru parkir yang tidak memberi karcis kepada pengendara.

Bukan hanya parkir, pembayaran non tunai dengan memanfaatkan teknologi QRIS juga akan diterapkan ke beberapa layanan pembayaran pajak serta retribusi lainnya. Seluruhnya dilakukan bertahap hingga semuanya terlayani dengan sistem non tunai.

Wali Kota Tarakan, Khairul juga telah membentuk tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah yang terdiri dari unsur perbankan, pemerintah daerah, serta didukung penuh oleh perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara.

Dengan kemudahan yang mengikuti perkembangan zaman, pemanfaatan teknologi untuk memaksimalkan pelayanan publik ini diharapkan memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi.

“Ini juga untuk meminimalisir fraud yang disebabkan penggunaan uang tunai,” terangnya.

Oleh karena itu, Khairul meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk dapat mengedukasi pemanfaatan QRIS kepada masyarakat.

Selain itu, kepercayaan publik terhadap pengelolaan pendapatan asli daerah juga akan semakin tinggi, karena uang yang diterima langsung masuk ke kas daerah. (adv/yan)

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah