Modus Diajak Mabar, Gadis 16 Tahun Diperkosa di Rumah Kontrakan

NUNUKAN, Koran Kaltara- Seorang gadis berumur 16 tahun di Nunukan menjadi korban pemerkosaan pada 21 Maret 2022. Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Nunukan. Kasat Reskrim Polres Nunukan, AKP Marhadiansyah Tofiqs Setiaji SIK mengatakan, pelaku pemerkosaan berinisial A (22), tinggal di rumah kontrakan di Jalan Teuku Umar, Nunukan. Dia menjelaskan, kasus pemerkosaan ini berawal dari perkenalan singkat antara korban dengan pelaku di salah satu penjual bensin botolan yang ada di daerah Sei Sembilan, Nunukan. "Saat itu, pelaku membeli bensin botolan. Nah, kebetulan tempat pelaku beli bensin itu punya keluarga korban. Jadi, saat pelaku beli, korban layani untuk isikan bensinnya," ungkapnya kepada Koran Kaltara, Senin (28/3/2022). Setelah saling kenal dan tukar nomor handphone, hubungan antara pelaku yang merupakan seorang pengangguran ini pun semakin akrab. Sebab, satu minggu setelah mereka kenalan saat beli bensin, pelaku berniat mengajak jalan korban. "Tapi, ajakan pertama tidak ada yang aneh-aneh. Setelah itu, pelaku kembali mengajak korban keluar jalan-jalan. Saat jalan-jalan kedua kali ini juga tidak ada niat curiga," ungkapnya. Hingga akhirnya, pelaku mengajak jalan- jalan lagi. Saat itu, korban tak ingin keluar rumah. Namun, karena pelaku sudah izin sama neneknya dan pelaku sudah tiba di rumahnya, akhirnya dengan terpaksa korban pun mau diajak jalan. "Ajakan ketiga inilah, pelaku membawa korban ke rumah kontrakannya. Alasannya, ingin main bareng (mabar) salah satu game. Jadi, mau lah korban ikut, apalagi pelaku mengatakan di rumah kontraknya ada ipar dan keluarganya," ujarnya. Namun saat sampai di rumah kontrakan pelaku, korban sempat bertanya rumah kenapa sepi. Namun dijawab pelaku, orang di rumah sedang keluar. "Memang mereka sempat mabar. Mungkin si pelaku habis kuota paket internetnya, makanya dia berhenti. Sementara si perempuan ini masih terus bermain game," katanya. Di saat itulah, niat jahat pelaku muncul. Pelaku langsung memeluk korban dari belakang dan menarik tangan korban. “Karena tidak suka, korban sempat berontak dan terlepas lah. Namun di percobaan kedua, korban semakin buas dan menindis korbannya," bebernya. Saat pelaku hendak membuka celananya, korban secara spontan pun langsung menendang perut pelaku. Namun apa daya, kekuatan yang tak seimbang membuat korban diperkosa. "Setelah selesai melakukan perbuatan itu, pelaku ini langsung mengantar pulang korban ke rumahnya tempat dimana dia menjemputnya," tambahnya. Awalnya korban tak ingin menceritakan kisah pilunya kepada siapapun. Namun karena sudah tidak bisa menahan, besok harinya setelah diantar pulang, korban akhirnya menceritakan kejadian tersebut kepada neneknya. "Nah, neneknya ini cerita sama pamannya. Mereka langsung melaporkan perbuatan itu ke Polres Nunukan. Kami langsung lakukan tindakan visum, hasilnya memang ada tanda kekerasan di alat kelamin korban," tegasnya. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan mencari informasi pelaku yang dilaporkan korban. Setelah itu, polisi pun melalukan pemanggilan terhadap pelaku. "Jadi, setelah surat pemanggilan kami berikan, besoknya baru pelaku datang diantar oleh keluarganya. Saat ini, kami masih lengkapi berkas kasusnya," jelasnya. Kasat juga menjelaskan dari awal Januari 2022 hingga saat ini, kasus asulila paling menonjol dilaporkan. Bahkan, sudah ada empat kasus yang semua korbannya masih anak di bawah umur. "Tiga kasus ini sudah kami limpahkan, tinggal satu kasus ini masih kita tangani," tegasnya. (*) Reporter: Asrin Editor: Didik  

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com