Ekonomi Bisnis

Miliki Tanah Subur, Tarakan Kembangkan Agro Wisata

Perkebunan buah melon di Tarakan Utara yang dikembangkan oleh kelompok tani. (IST)

TARAKAN, Koran Kaltara – Pulau Tarakan memiliki tanah yang subur. Hal ini terbukti dari berbagai tanaman yang tumbuh dengan baik.

Bahkan, belum lama ini, lagi viral sebuah tempat wisata pertanian petik buah melon di Tarakan Utara. Melihat peluang ini, Wali Kota Tarakan Khairul menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk mengembangkan agro wisata.

“Ini yang sedang kita kembangkan, agrowisata yang dikelola pemerintah, tetapi ada juga yang dikelola oleh masyarakat. Contoh saja, kebun buah melon yang diminati warga. Kita berharap ada satu kelurahan yang menjadi kawasan wisata khusus pertanian. Misalnya mengembangkan kebun anggur, dan buah-buahan lainya,” terang walikota, Minggu (19/9/2021).

Khairul mengatakan, jika dilihat dari alam, Tarakan cocok menjadi angrowisata, tidak terkecuali sayur-sayuran, seperti cabai dan lain sebagainya. Sehingga wisatawan yang berkunjung bisa petik sendiri.

Selain akan menjadi ikon, Tarakan juga menjadi peluang bagi petani untuk mengembangkan lahan dan kemampuan bercocok tanam.

Agro wisata dinilai cocok dikembangkan di masa pandemi Covid-19 ini. Karena berada di tempat terbuka dan luas, sehingga antara pengunjung satu dengan lainya bisa mengatur jarak aman sesuai dengan yang direkomendasikan protokol kesehatan.

Bukan hanya itu, tanaman dan tumbuhan di sekitar lokasi yang memperoduksi oksigen juga akan menyegarkan dan menyejukan.

“Oksigen yang banyak dari tanaman, baik juga untuk kesehatan. Sehingga wisata ini cukup bagus untuk dikembangkan. Kalau di Mamburungan dulu terkenal dengan buah salak, bisa juga dikembangkan, karena selama ini pembeli salak masih kurang. Kalau dikembangkan lagi bukan hanya dikonsumsi tetapi busa dikirim keluar kota. Kita akan koordinasi dengan dinas pariwisata dan pertanian untuk ploting kelurahan mana yang cocok ditanami, nanti akan dibeda-bedakan,” bebernya.

Observasi bertujuan, supaya tanaman yang ditanam bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah. Jangan sampai menanam tetapi tidak tumbuh sehingga tidak bisa jadi destinasi wisata, dan cenderung merugikan petani.

“Kami mau menggabungkan wisata alam sedangkan produknya bisa dikonsumsi, tentu kita harus paham teknisnya dan kondisi tanah yang ada di Tarakan. Nantinya dinas pertanian yang akan menentukan tanaman apa yang cocok dikembangkan, sedangkan dinas pariwisata yang akan mengelola wisatanya, bagaimana teknisnya bercocok tanam hingga panen,” urainya.

Selain mengandalkan masyarakat yang sudah lebih dulu bercocok tanam, beberapa lahan milik pemerintah kota akan dijadikan kawasan budidaya.

Salah satunya lahan yang awalnya akan dibangun SMP Negeri 11, namun karena tidak jadi kawasan tersebut akan dikembangkan jadi agro wisata.

“Bagaimana harus berkolaborasi antara dinas pertanian dan pariwisata, harus saling bersinergi supaya rencana bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Eddy Nugroho

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment