Ruang Publik

Mengukur Kemanfaatan Pelatihan Untuk Tingkatkan Kompetensi Dan Kenerja Asn Di Bpsdm

Oleh: Wahyu Eko Handayani, S.PD., M.Pd

PENDIDIKAN dan pelatihan merupakan proses yang terencana dan sistematis yang berdampak jangka panjang dalam membekali kompetensi bagi aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Pendidikan dan pelatihan suatu rangkaian kegiatan pendidikan yang mengutamakan perubahan pengetahuan, ketrampilan dan peningkatan sikap seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya dalam rangka pencapaian tujuan organisasi yang efektif dan efisien. Badan Pengembangan Sumber Daya Mansia (BPSDM) telah menyelenggarakan beberapa jenis Pelatihan pada Tahun Anggaran 2019, salah satunya Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2019.

Pelatihan Dasar CPNS dilakukan untuk mengukur efektivitas lulusan atau alumni Pelatihan Dasar Tahun 2019 dan sebagai umpan balik (feedback) bagi BPSDM Provinsi Kalimantan Utara, juga untuk meningkatkan proses peningkatan mutu pelatihan di masa mendatang.

Evaluasi pasca diklat adalah salah satu fungsi dalam tahapan kontrol dalam suatu proses manajemen penyelenggaraan diklat. evaluasi pasca diklat adalah suatu kegiatan untuk mengukur tingkat keberhasilan proses berlatih-melatih secara obyektif, dapat dipercaya (reliable) dan sahih/absah (Valid) yang dilakukan setelah selesai proses diklat. Evaluasi pasca diklat dilaksanakan minimal tiga bulan setelah selesai diklat. Evaluasi pasca diklat mempunyai dua indikator, yaitu : (1)  efektivitas dinilai dari tingkat penerapan materi pelatihan terhadap peningkatan kompetensi kerja bagi aparatur dan non aparatur dan, (2)   manfaat diklat dinilai dari tingkat dukungan hasil diklat terhadap tugas fungsi/pekerjaan pada organisasi/tempat usaha.

Tujuan umum dari kegiatan evaluasi pasca diklat adalah menggali data dan informasi sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan program diklat selanjutnya. Sedangkan tujuan khusus pelaksanaan evaluasi pasca diklat bagi alumni untuk mengetahui sejauhmana alumni diklat dapat melakukan aktualisasi nilai – nilai dasar PNS, seberapa besar kemanfaatan bagi organisasi dari aktualisasi nilai – nilai dasar PNS yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan bagaimana alumni diklat dapat mengatasi kendala dalam melaksanakan aktualisasi nilai – nilai dasar PNS.

Desain evaluasi pasca diklat yang dilakukan pada tahun 2019 terhadap alumni pasca diklat pelatihan dasar CPNS merupakan proses untuk mengetahui sejauhmana program diklat yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Kalimantan Utara dijalankan dengan baik sehingga bermanfaat terhadap alumni maupun lembaga pengirim alumni.

Sasaran responden terdiri dari alumni Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2019 dan Aktualisasi yang diselenggarakan pada tahun2019. Adapun instrument yang digunakan dalam kegiatan evaluasi pasca diklat adalah berupa Rencana Tindak Lanjut dan Kuesioner Pengguna Alumni Diklat. Kuesioner ditujukan kepada alumni Diklat dan dietahui oleh mentor alumni.

Perkalan No. 12 Tahun 2018 tentang pedoman penyelenggaraan  Pelatihan Dasar CPNS menyebutkan bahwa penyelenggaraan Pelatihan Dasar bertujuan untuk membentuk PNS yang professional yaitu PNS yang karakternya dibentuk oleh   nilai – nilai dasar PNS sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara professional sebagai pelayan publik. Nilai – nilai dasar PNS wajib diinternalisasikan dan diaktualisasikan dalam pelatihan dasar CPNS  Internalisasi nilai -nilai dasar PNS yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitment mutu dan anti korupsi dinternalisasikan melalui pembelajaran di  kelas dalam kampus. Sedangkan aktualisasi nilai – nilai dasar PNS dilakukan di tempat tugas masing – masing peserta diklat dengan pengawasan dari para mentor.

Adapun hasil wawancara dengan mentor tentang kesinambungan Aktualisasi adalah sebagai berikut : 1). Semua alumni pelatihan dasar CPNS melaksanakan aktualisasi nilai – nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitent mutu dan antikorupsi (ANEKA) di setiap kegiatan dalan tugasnya di masing – masing .2). Semua alumni pelatihan sampai saat ini masih melakukan aktualisasi nilai – nilai dasar PNS dalam mengerjakan tugas pekerjaannya di tempat kerja, Alumni diklat yang sebagian besar adalah calon guru tetap mengaktualisasikan nilai – nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitent mutu dan antikorupsi baik dalam proses pembelajaran, pengoreksian hasil ujian, pengolahan nilai, pembuatan bahan 3). Gambaran pelaksanaan aktualisasi para alumni pelatihan Dasar  meliputi: selalu memberikan contoh penerapan nilai – nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitent mutu dan antikorupsi dalam bekerja dan menularkan kepada teman sejawat, memberikan edukasi kepada mahasiswa terkait nilai – nilai ANEKA sebagai bekal mahasiswa untuk memasuki dunia  setelah lulus sekolah, senantiasa meng-upgrade dan meng-update ilmu pengetahuan maupun ketrampilan dengan menhikuti pelatihan – pelatihan yang mendukung berkembangnya intelektualitas dan kapabilitas.

4). Penerapan aktualisasi nilai – nilai dasar PNS akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan di setiap mengerjakan pekerjaan di tempat tugas, karena nilai – nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitent mutu dan antikorupsi merupakan nilai dasar yang menjadi pondasi dalam melakukan segala hal agar menghasilkan pekerjaan yang baik, berkualitas dan mendekati sempurna. 5). Peran serta mentor dalam rangka aktualisasi nilai – nilai dasar PNS sebagai tempat konsultasi, meminta saran perbaikan, arahan dan bimbingan apabila terdapat kendala atau permasalahan yang dihadapi agar dapat ditemukan solusi atau pemecahan masalahnya. 6). Beberapa hambatan atau kendala dalam aktualisasi nilai – nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitent mutu dan antikorupsi antara lain pelaksanaan aktualisasi meliputi media pembelajaran, metode pembelajaran, dan meningatkan motivasi siswa, merancang pembelajaran, laboratorim yang kurang terpakai, pemilihan media pembelajaran. Hambatan atau kendala yang ada dapat diatasi  dengan meningkaka komunkasi dan kosltasi pada pimpinan dan selalu kordinasi dengan teman sejawat sehingga aktualisasi tetap dilaksanakan. 7). Penerapan nilai-nilai dasar PNS bertujuan untuk menghasilkan ASN yang professional, berkualitas, berintegritas tinggi, memiliki rasa nasionalisme yang kuat, mengedepankan mutu pelayanan masyarakat yang transparan serta bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebaiknya dibuat perencanaan aktualisasi baik dalam jangka pendek (per tahun), rencana jangka menengah (per lima tahun) dan jangka panjang (per dua puluh lima tahun). Sehingga terjadi perbaikan kinerja yang berkesinambungan demi tercapainya peningkatan kualitas pelayanan masyarakat di Indonesia.

Secara umum penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Kalimantan Utara masuk dalam kategori Baik dan Sangat Baik. Hasil diklat diterapkan berbeda – beda oleh para peserta yang diwujudkan dalam bentuk aktaliasi melali perbaikan sesuai dengan tupoksi yang dimiliki bagi alumni dan aktualisasi nilai – nilai dasar PNS yang berkesinambungan di setiap pelaksanaan pekerjaan.

Bagi alumni pelaihan dasar, pelaksanaan aktualisasi dilakukan oleh semua alumni. Hal ini sesuai dengan hasil kuesioner bagi alumni dan wawancara dengan mentor.. Hambatan atau kendala yang ada dapat segera di carikan solusinya setelah berkonsultasi dengan para mentor.

Berdasarkan pada kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa rekomendasi sebagai berikut:

  1. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Utara. 1). Pelatihan dasar dapat dilanjutkan untuk diselenggarakan dengan memperhatikan evaluasi pasca pelatihan untuk mengukur efektifitas lulusan atau alumni. 2. Instansi Pengirim antara lain: 1). Untuk menjamin kebermanfaatan hasil diklat, perlu dilakukan tindak lanjut pelatihan dalam bentuk pemantauan penerapan hasil diklat bagi para alumni diklat., 2). Memberikan dukungan moril, sumberdaya dan kesempatan karir yang memadai terhadap para pegawai yang diikutsertakan dalam diklat. 3). Memberikan penghargaan (reward) kepada peserta yangdipandang ber hasil dalam mengimplementasikan proyek perubahan dalam organisasi. 2. Peserta Diklat antara lain: a). Meningkatkan kesadaran        diri       mengenai urgensi dan manfaat diklat dalam konteks membangun mekanisme tata pemerintahan yang mengedepankan pada budaya mutu. b). Berperan aktif dalam proses pendidikan dan pelatihan atas dasar kepentingan lembaga dan masyarakat dalam menerapkan nilai dasar PNS (ANEKA). c)Mengembangkan      budaya            sharing            dalam organisasi secara terencana sebagai bentuk transfer pengetahuan dan pengalaman dalam konteks meningkatkan kinerja organisasi.

*) Penulis Adalah Ahli Madya BPSDM Kalimantan Utara