Kaltara

Mengenal Neuro Sains Terapan

Abdul Rahman

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Neuro Sains Terapan (NST) disebut sebagai ilmu yang mengukur tingkat kematangan berpikir seseorang.

NST mulai dikenal di Kalimantan Utara saat dilaksanakan di sejumlah OPD Pemerintah Provinsi Kaltara tahun 2021.

Direktur Wellnes Patria Indonesia, Abdul Rahman mengatakan, NST memiliki konsentrasi dalam mempelajari pola kematangan berpikir berbasis otak.

Ia tidak menampik jika pelaksanaan NST di Kaltara sempat menjadi polemik dan heboh di Kaltara.

Ia memaparkan, NST bertujuan memetakan kematangan berpikir seseorang melalui profiling otak. Hasil yang didapatkan terjabarkan dalam 5 item grafik.

“Salah satunya grafik domination, yakni mengukut dan melihat bagaimana profiling kejadian pada masa lalu seseorang, dari segi emosional, manajerial, personality dan strategi,” kata Abdul baru-baru ini.

“Adakah perjalahan dan kecenderungan yang menjadikan orang tertekan atau bahkan tidak menjadi diri sendiri, dapat dilihat melalui profiling tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, grafik lainnya akan melihat kemampuan berpikir eksekutif seseorang.

Dari sana ada 16 item yang kembali dapat terlihat. Salah satunya soal kepemilikan integritas, loyalitas dan perencanaan dalam bekerja.

“Di sana terlihat orang yang hanya bisa berbicara, tetapi tidak bisa pada tatanan eksekusi,” ujarnya.

Grafik lain yang dapat dilihat adalah cara berpikir seseorang, kemampuan belajar menyerap informasi dan melihat pola kesehatan berpikir.

“Pola kesehatan berpikir ini kalau dilihat dari ilmu Neuro Sains, bisa melihat orang yang kesulitan mengambil keputusan. Biasanya di grafik kelihatan angkanya lebih tinggi. Ini mengganggu kemampuan sirkuit otak untuk segera melaksanakan tugas,” jelasnya.

“Sehingga akan terlihat orang- orang yang suka menunda pekerjaan. Kalau sekarang banyak dilihat contohnya orang sampaikan bisa pak siap pak, pada kenyataannya tidak ada. Mereka sulit mengukur prioritas, tapi mudah bereaksi dan memutuskan, bahkan cenderung tidak teratur,” bebernya.

Hasil dari NST dapat dijadikan pertimbangan pimpinan OPD dalam menempatkan individu pada jabatan yang sesuai dengan kematangan berpikirnya.

Sehingga, bisa didapatkan pejabat yang memiliki kesesuaian.

“Dengan begitu, bisa terbentuklah team work yang baik. Dimana kinerja ASN bisa berdasarkan profiling mereka untuk membangun Kaltara sesuai visi berubah, maju dan sejahtera,” jelasnya.

NST sendiri sudah dilaksanakan pada sejumlah OPD, tenaga pendidik SMA dan SMK dan di RSUD Jusuf SK Tarakan milik Pemprov Kaltara.

Abdul mengungkapkan, pihaknya mendapati data yang menunjukkan kondisi kurang baik.

“Ini menjadi PR kita semua secara neuor sains sebagai solusi dan peningkatan ke depan,” kata Abdul.

Sementara itu, ada sejumlah manfaat pelaksanaan NST. Antara lain mengukur kematangan berpikir seseorang, menggali potensi diri yang tersembunyi, membantu tenaga pendidik dalam proses mengajar, menemukan gaya belajar anak usia sekolah, meningkatkan prestasi siswa dan lainnya.

“Di Kota Makassar sudah ada Perwali Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Peningkatan SDM berbasis NST. Jadi walaupun di Kaltara sekarang penuh dinamika, NST juga menjadi bagian solusi menuju generasi emas 2045, yakni generasi yang enerjik, mandiri, aktif dan spiritual,” pungkasnya. (*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Sobirin

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment