Nunukan

Mengabdi di Daerah Terpencil, Diusulkan Menerima Tunjangan Khusus Guru

Kadisdikbud Nunukan, Junaidi

NUNUKAN, Koran Kaltara – Pemerintah Kabupaten Nunukan telah mengajukan permohonan usulan tunjangan khusus guru tahun anggaran 2020 kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Surat yang ditandatangani oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, Nomor: 841/360/DISDIKBUD-VI/IV/2020 tertanggal 29 April 2020, tercantum nama-nama guru pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 411 orang dan guru honorer sebanyak 157 orang, sehingga jumlah keseluruhan yang diusulkan sebanyak 568 orang.

Masa pengabdian guru PNS yang diusulkan mulai dari 1 sampai 39 tahun, sedangkan masa kerja guru honorer dari 2 sampai 18 tahun.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan, H. Junaidi mengatakan, sesuai surat yang dikirimkan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, guru PNS yang mengajar dan mengabdi di daerah terpencil berjumlah 141 orang dan guru honorer berjumlah 157 orang.

Masa kerja guru PNS dari 1 sampai 39 tahun, mengajar di wilayah Kecamatan Krayan, Krayan Selatan, Lumbis, Lumbis Ogong, Sebuku, Sembakung, Tulin Onsoi.

Untuk guru honorer, masa kerja 2 sampai 18 tahun, yang mengajar di wilayah Krayan, Krayan Selatan, Lumbis, Lumbis Ogong, Sebuku, Sembakung dan Tulin Onsoi.

Ia mengatakan, berdasarkan Data Pokok Pendidikan Dasar (DAPOKDIKDAS), masing-masing sekolah yang sudah melakukan sinkronisasi, masih banyak sekolah yang sudah tidak masuk dalam wilayah khusus, yang sebelumnya masuk dalam wilayah khusus.

Hal ini sangat berpengaruh terhadap biaya hidup para guru yang mengajar dan mengabdi di wilayah yang sangat sulit dijangkau, daerah pedalaman dan terpencil.

“Disamping itu, dampak dari Covid-19 sangat dirasakan oleh guru karena lonjakan harga kebutuhan pokok dan beberapa akses distribusi terhenti sehingga menyulitkan mereka yang berada di daerah perbatasan, terpencil dan pedalaman,” ujarnya saat ditemui Kamis (18/6/2020).

Junaidi mengungkapkan, dari 568 nama yang diusulkan, Kemendikbud menyetujui memberikan tunjangan khusus kepada 115 guru PNS berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor: 0360.3405/J5.3.2/TK/T1/2020.

Kemudian 31 guru honorer berdasarkan Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Tunjangan Profesi dan Tunjangan Khusus Guru Bukan PNS, Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemdikbud Nomor: 0371.3405/J5.3.2/TK/T1/2020.

“Penjelasan dari Kemendikbud, kenapa jumlah guru yang menerima tunjangan berkurang, karena dana atau pagu anggaran sangat terbatas, kemudian dialihkan untuk penanganan Covid-19. Sehingga tidak semua guru sebagaimana tahun 2019 bisa menerima tunjangan tersebut,” ujarnya. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah