Food & Drinks Traveling

Mencicipi Pelopor Kuliner Tanpa MSG di Bulungan

NON MSG : Sajian ayam geprek, bakso dan mi ayam di Warung Labbaik Food, tetap nikmat meski tanpa tambahan bumbu MSG. (foto: Agung/Koran Kaltara)
  • Mayoritas Bahan Makanan  Diolah Sendiri

TANJUNG SELOR – Tempat kuliner yang menjual makanan tanpa tambahan Monosodium Glutamate (MSG) sebagai bumbu penyedap rasa, tergolong jarang ditemui. Dimungkinkan karena penjual enggan berpikir lebih keras untuk menemukan bumbu alami penggantinya yang tetap terasa nikmat di lidah.

Belum lama ini, Koran Kaltara sempat melihat gerai makanan baru dengan mengusung tagline “Tanpa MSG dan Bahan Pengawet” di Jalan Sengkawit  (arah menuju Malinau). Sehingga saat ada kesempatan dan perut pun keroncongan menanti makan malam, Koran Kaltara langsung bergegas mencicipi bagaimana cita rasa di gerai bernama Labbaik Food tersebut.

Tiba di lokasi, ayam geprek langsung dipilih sebagai sajian utama. Selain itu, bakso juga turut dipesan, karena tampilannya begitu menggoda di menu. Benar saja, ketika sampai di atas meja, semangkuk bakso dengan ukuran besar memang benar-benar menggugah selera.

Mencoba pertama sajian ayam geprek bagian paha atas, terasa tepung yang melapisi begitu renyah saat digigit. Sangat pas untuk pemanasan dengan satu suap pertama nasi putih. Meski tanpa tambahan MSG, bayangan rasa hambar sebelumnya, ternyata langsung terpatahkan. Karena perpaduan bumbu yang digunakan benar-benar meresap sampai ke bagian daging. Sehingga nikmat dan gurihnya ayam tetap dapat dirasakan.

Dalam satu piring ayam geprek seharga Rp20.000, pembeli mendapat nasi yang cukup banyak, terong goreng serta beberapa potongan kacang panjang, timun, kol dan kemangi sebagai lalapan. Adapun untuk sambalnya, Labbaik Food memang tergolong menetapkan standar pedas yang cukup tinggi dan tidak bisa ditawar untuk diturunkan levelnya. Sehingga bagi yang tidak menyukai pedas, bisa request agar sambal tidak ditaruh langsung di atas potongan ayam.

Beralih ke bakso dengan harga sama, tampak dalam satu mangkok berisi lima butir bakso ukuran sedang, bihun putih, mi kuning serta taburan bawang goreng dan selederi. Tampak irisan jeruk nipis juga hadir sebagai pelengkap. Berbicara rasa, cita rasa bakso juga tetap kuat dan gurih. Sehingga dapat dijadikan alternatif bagi penyuka bakso yang ingin tetap sehat.

Sebagai informasi tambahan, di warung ini juga menyediakan sajian mi ayam. Dengan harga Rp18.000, pembeli sudah bisa mendapat satu mangkok mi ayam yang berisi potongan ayam cukup besar, daun sawi, acara dan juga kerupuk pangsit.

Kepada Koran Kaltara, Pemilik Warung Labbaik Food, Syukur mengatakan, hampir seluruh bahan makanan diolah sendiri. Sehingga ketika berbicara kualitas kebersihan dan kesehatannya, Syukur berani menjamin 100 persen.

“Bakso itu kita langsung giling sendiri dari daging yang segar. Mi untuk mi ayam juga kita buat sendiri. Bumbu-bumbu juga tidak ada yang beli instan di pasar. Semua kita olah sendiri,” kata Syukur yang baru membuka usahanya empat bulan lalu.

Terkait dengan animo masyarakat, Syukur menilai tergolong cukup bagus. Menurutnya, sudah banyak masyarakat Bulungan, khususnya Tanjung Selor,  sadar akan kandungan makanan  yang masuk ke tubuhnya. Sehingga ketika ia membuka gerai makanan dengan jaminan tanpa MSG dan pengawet, banyak pembeli yang datang.

“Alhamdulillah sambutan masyarakat ini baik. Jadi kita yang sekarang harus konsisten menjaga kualitas. Jadi pembeli tidak kecewa,” ujar Syukur yang biasa berjualan hingga pukul 9 malam tersebut.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Sobirin