Ruang Publik

Mayoritas Generasi Z di Kaltara

Fitri
  • Oleh : Fitri Puspitasari, SST

BANYAK anak banyak rezeki, kurang lebih seperti itulah pemikiran orang-orang zaman dahulu. Selain sebagai penyambung keturunan, anak dianggap sebagai sebuah aset investasi di masa mendatang yang akan menjamin mereka di hari tua.

Pandangan ini membuat meledaknya jumlah penduduk Indonesia pada zamannya. Meledaknya jumlah penduduk dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti kemiskinan, pengangguran, kepadatan penduduk, bahkan lingkungan.

Pemerintah mulai mengambil kebijakan untuk mengendalikan jumlah penduduk dengan mencanangkan program keluarga berencana. Meskipun tidak langsung sukses pada awalnya, namun sedikit demi sedikit masyarakat Indonesia mulai tercerahkan untuk mengikuti program keluarga berencana.

Seiring dengan mulai tersosialisasikannya program keluarga berencana, pola pemikiran masyarakat ikut berubah. Kini, anak bukanlah sebuah aset investasi lagi. Bahkan kini orang tua ingin anaknya menjadi generasi yang berkualitas dan mampu memiliki daya saing.

Keluarga berencana menyarankan bahwa di dalam satu keluarga idealnya terdiri dari Ayah, Ibu, dan dua orang anak. Penduduk mulai sadar untuk merencanakan kehamilan dan memiliki anak yang sesuai dengan kemampuan keuangannya.

Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik tentang Hasil Sensus Penduduk 2020, laju pertumbuhan penduduk Indonesia kembali melambat yaitu dari 1,49 persen pada 2000-2010 menjadi 1,25 persen pada 2010-2020.

Mengetahui perkembangan laju pertumbuhan penduduk merupakan salah satu kegunaan data kependudukan untuk dapat merencanakan pembangunan, mengatasi permasalahan kependudukan, dan mengevaluasi kebijakan yang telah dijalankan oleh pemerintah.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa, “Saat ini data adalah new oil. Bahkan lebih berharga dari minyak.” Tanpa data yang akurat perencanaan yang dibuat sebagus mungkin tidak dapat tepat sasaran.

Akar dari semua data adalah data kependudukan. Data penduduk merupakan data dasar yang digunakan untuk perhitungan berbagai macam data lainnya seperti kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, ketenagakerjaan, dan lain sebagainya.

Sebagai provinsi termuda di Indonesia, Provinsi Kalimantan Utara memiliki laju pertumbuhan penduduk pada rentang tahun 2010-2020 sebesar 2,86 persen. Pertumbuhan penduduk Kalimantan Utara jauh melambat apabila dibandingkan dengan tahun 2000-2010 yang sebesar 5,18 persen.

Melambatnya pertumbuhan penduduk di Kalimantan Utara dapat disebabkan karena keberhasilan program keluarga berencana. Selain itu, jumlah penduduk Kalimantan Utara hanya sebesar 701.814 jiwa.

Jumlah ini merupakan jumlah penduduk paling sedikit di Indonesia. Bahkan jumlah penduduk di Kabupaten Tana-Tidung masuk ke dalam urutan ke-9 kabupaten dengan jumlah penduduk terkecil di Indonesia. Jumlah penduduk Kalimantan Utara yang paling kecil di Indonesia bukanlah menjadi penghalang bagi provinsi termuda ini untuk terus berkembang.

Justru dengan penduduk yang masih sedikit, perlahan-lahan sarana prasarana di Provinsi Kalimantan Utara terus dibangun dan kebijakan terus dibuat untuk dapat menjangkau seluruh penduduknya sehingga dapat menyejahterakan seluruh penduduknya.

Di masa pandemi ini, data penduduk juga tidak kalah pentingnya. Pemerintah dapat menghitung jumlah dosis vaksin yang dibutuhkan untuk dapat mencapai herd immunity.

Provinsi Kalimantan Utara mendapatkan jatah vaksin tahap pertama sebesar 10.680 dosis. Apabila diproporsikan terhadap jumlah penduduk Kalimantan Utara, jumlah ini hanya sebesar 1,5 persen jumlah penduduk Kalimantan Utara. Masih jauh untuk mencapai herd immunity. Angka ini dapat menjadi pengingat untuk masyarakat Kalimantan Utara, bahwa masyarakat tidak boleh lengah dan masih harus berjuang melawan pandemi dengan tetap melakukan protokol 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Tentunya data kependudukan tidak hanya bermanfaat untuk merencanakan pembangunan dan mengatasi permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat yang digunakan oleh pemerintah. Data kependudukan dapat digunakan untuk mencari peluang bisnis, terlebih di provinsi termuda di Indonesia.

Industri-industri kreatif dapat mudah berkembang jika para pelaku usaha paham melihat peluang pasar dan cara mempromosikannya. Misalnya saja dengan mencermati jumlah penduduk menurut generasi, pengusaha dapat menentukan strategi yang cocok untuk membuat maupun mengembangkan bisnisnya.

Penduduk Kalimantan Utara didominasi oleh Generasi Z, yaitu sebesar 30,53 persen. Penduduk Generasi Z lahir pada tahun 1997-2012, dengan perkiraan usia saat ini adalah 8-23 tahun. Pada usia ini sebagian besar penduduk berada pada usia sekolah.

Disusul dengan penduduk generasi milenial yang lahir pada tahun 1981-1996 dengan perkiraan usia saat ini 24-39 tahun. Pada usia ini penduduk telah memasuki dunia kerja, disamping itu penduduk generasi milenial juga erat kaitannya dan dekat dengan penggunaan internet.

Oleh karena itu, pengusaha dapat menggunakan platform internet untuk menarik ketertarikan konsumen terhadap produk yang dihasilkannya, membuat produk ataupun bisnis yang diminati dan dibutuhkan oleh konsumen generasi milenial dan generasi Z.

Selanjutnya generasi X yang lahir tahun 1965-1980 atau dengan perkiraan usia sekarang antara 40-55 tahun sebesar 20,49 persen.

Kemudian, Generasi Post Gen Z (generasi setelah generasi Z) lahir tahun 2013 hingga sekarang atau perkiraan usia sd 7 tahun sebesar 12,77 persen, generasi Baby Boomer yang lahir tahun 1946-1964 atau perkiraan sekarang sekitar 56-75 tahun sebesar 7,60 persen dan generasi Pre-Boomer yang lahir sebelum tahun 1945 dengan perkiraan usia sekarang lebih dari 75 tahun sebanyak 0,94 persen dari total jumlah penduduk.

Disamping untuk perencanaan dan berguna untuk para pengusaha, data kependudukan dapat digunakan sebagai evaluasi pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

Apabila dilihat dari jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Kalimantan Utara, terjadi peningkatan persentase penduduk lansia dari tahun 2010 yang sebesar 2,41 persen menjadi 3,39 persen di tahun 2020.

Hal ini dapat menunjukkan bahwa kualitas hidup di Kalimantan Utara semakin membaik karena harapan hidup masyarakat semakin tinggi. Semakin tingginya harapan hidup masyarakat tercermin dari sarana kesehatan yang semakin memadai sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (*)

*) Penulis adalah Statistisi Pertama Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Kalimantan Utara

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah