Hukum Kriminal

Mau Kabur, Polisi Tembak Kaki Residivis Pencurian

Barang bukti tiga unit HP hasil pencurian EL alias Laron. (Foto : Sahida/Koran Kaltara)

TARAKAN, Koran Kaltara – Sat Reskrim Polres Tarakan mengamankan pelaku pencurian, EL alias Laron (31) di Karang Rejo, Jumat (31/7/2020) pekan lalu. EL merupakan residivis kasus pencurian, dan sudah 12 kali masuk penjara. Kali ke 12 ini, EL keluar dengan asimilasi 16 April 2020, usai menjalankan vonis 11 bulan penjara.

Kali pertama masuk penjara, EL masih pelajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Banyak kasus pencuriannya, kalau sekarang setelah kita amankan ada 3 laporan polisi,” ujar Kasat Reskrim Polres Tarakan Aiptu Arief Riyadi, dikonfirmasi Selasa (4/8/2020).

Tempat kejadian perkara (TKP) di Pasar Gusher, Jalan Kenanga Kelurahan Karang Anyar dan di Jalan Gajah Mada. Sasaran EL ini kebanyakan rumah dan ruko yang tertutup, dengan waktu pencurian dilakukan malam hari.

“EL ini spesialis malam hari. Makanya, tunggu pemilik rumah tidur dulu. Sebelum beraksi juga EL memantau situasi dulu. Setelah aman, jam 3 sampai jam 4 subuh baru masuk ke dalam rumah, dengan cara merusak jendela atau pintu,” jelasnya.

Ada tiga unit HP yang diamankan dari EL, dan dijadikan barang bukti. Saat beraksi pun, sebenarnya EL sempat hampir ketahuan pemilik rumah, namun selalu berhasil kabur. Saat hendak digerebek, EL dengan mudah melarikan diri.

“Waktu penangkapan ini, masih berusaha lari makanya kita tembak kakinya,” tuturnya.

Setelah keluar asimilasi, EL tidak memiliki tempat tinggal tetap dan hanya menumpang tidur di rumah keluarga dan teman-temannya. “Tempat tongkrongan EL di sekitar Karang Rejo, makanya lokasi pencuriannya di sekitar Kelurahan Karang Rejo,” imbuhnya.

Setelah mendapatkan barang yang sudah dicuri, biasanya EL menyuruh orang lagi untuk menjual hasil pencuriannya.

EL juga tidak pernah memposting barang hasil curiannya di media sosial, melainkan orang yang posting. Setelah barang berhasil dijual, EL bagi hasil dengan temannya. Harga jual HP curian juga beragam, mulai dari Rp900 ribu hingga Rp1 juta.

“Ada satu HP yang berhasil dijual EL, masih dalam proses pencarian kita. Kita masih kembangkan laporan pencurian di tempat lain. Ada juga pengakuan dari EL, mencuri di tempat lain,” bebernya.

Hasil penjualannya, kebanyakan digunakan untuk judi, minum-minum dan makan serta kebutuhan hidup sehari-hari. EL disangkakan pasal 363 KUHP ayat 1 ke 3 tentang pencurian. “Ancaman hukumannya 7 tahun penjara,” tegasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah