Politik

Masyarakat Perlu Paham Etika dan Budaya Politik

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali

TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali mengatakan, masyarakat perlu mengetahui soal etika dan budaya dalam dunia politik.

Kedua aspek tersebut sangat penting untuk bisa dipahami.

Etika dan budaya politik merupakan pondasi dasar dalam pesta demokrasi, mulai dari pemilihan legislatif (pileg), pemilihan kepala daerah (pilkada) hingga pemilihan presiden (pilpres).

“Selain azas jujur dan adil yang menjadi pegangan utama penyelenggara pemilu, suksesnya pesta demokrasi juga dibangun dari pemahaman masyarakat tentang etika dan budaya politik,” kata bupati dalam Sosialisasi Pendidikan Politik Masyarakat baru-baru ini.

Keberadaan etika dan budaya politik akan membuat dinamika yang terjadi berjalan aman, nyaman dan damai bagi semua masyarakat.

Oleh karena itu, partai politik penerima bantuan keuangan (bankeu), diharap bisa mengoptimalkan penerapannya melalui fungsi pendidikan politik di masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tana Tidung, Yunus Yalas memaparkan, ada tiga komponen pendidikan politik yang dimaksud.

Pertama, peningkatan kesadaran hak dan kewajiban masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kedua, peningkatan partisipasi politik dan inisiatif masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ketiga, peningkatan kemandirian, kedewasaan dan membangun karakter bangsa dalam rangka memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

Pemerintah telah mengatur ketentuan jika mayoritas bankeu diperuntukan bagi pendidikan politik.

Parpol penerima bankeu memiliki kewajiban untuk melaksanakan dan membuat laporan pertanggungjawabannya.

“Sebagian besar memang untuk pendidikan politik, 50 persen ke atas lah. Sisanya baru untuk operasional,” pungkasnya. (*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment