Headline

Masuk Jaringan Internasional, Tersangka Diancam Hukuman Mati

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit saat menunjukkan barang bukti sabu seberat 10 kilogram di Mapolda Kaltara, Kamis (13/12/2018). (Foto: Ramlan/Koran Kaltara)
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara - Kedua pelaku pengedar narkotika jenis sabu-sabu yang berhasil diungkap oleh  Polda  Kaltara diancam hukuman mati dan denda sebesar Rp1 miliar. Hal itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman yang diberikan untuk kedua pelaku tersebut terbilang cukup wajar mengingat tindak kriminal yang dilakukan telah melakukan peredaran narkoba…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kedua pelaku pengedar narkotika jenis sabu-sabu yang berhasil diungkap oleh  Polda  Kaltara diancam hukuman mati dan denda sebesar Rp1 miliar. Hal itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukuman yang diberikan untuk kedua pelaku tersebut terbilang cukup wajar mengingat tindak kriminal yang dilakukan telah melakukan peredaran narkoba hingga 10 kilogram. Apalagi, pelaku tersebut sudah termasuk ke dalam jaringan internasional karena sudah melibatkan dua negara.

Ketika di wawancara wartawan, salah seorang pelaku bernama Abdul Impak (52) warga negara Filipina yang sudah berada di Tawau selama 11 tahun mengaku, hanya diperintahkan membawa barang itu menuju Muara Tanjung Haus, Kayu Mati, Perairan Nunukan oleh seorang warga Tawau bernama Pinggan.

Bahkan, kedua pelaku ini tidak mengetahui siapa yang akan menjemput barang tersebut ketika tiba di lokasi. “Saya cuma disuruh, pak, sama Pak Pinggan. Disuruh ke Kayu Mati saja kami, Pak,” katanya kepada sejumlah wartawan, Kamis (13/12/2018) di Mapolda Kaltara.

Ia juga mengaku, baru kali ini menuju perairan Nunukan untuk membawa narkoba jenis sabu. Upah sebesar Rm5 ribu yang dijanjikan kepada dirinya dan rekannya bernama Dullah (55), diterimanya lantaran untuk menambah penghasilan. Karena, pekerjaanya yang hanya sebagai seorang nelayan di Tawau, tidak mencukupi untuk menghidupi keluarganya.

“Baru kali ini saya (bawa sabu), Pak. Itu pun uang yang dijanjikan belum ada yang dikasih ke kami. Katanya, kalau barang itu sudah sampai, baru kami dibayar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit mengatakan, kedua pelaku ini tentu akan dijerat hukuman mati. Mereka sudah termasuk jaringan internasional yang memanfaatkan jalur Kaltara sebagai perlintasan.

Bahkan, dia akan melakukan koordinasi dengan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun hakim agar setiap pelaku narkoba ini dihukum seberat-beratnya. Karena dampak dari narkoba ini bukan hanya merusak bagi si pemakai, melainkan generasi muda juga akan terancam.

“Semua pelaku yang masuk jaringan internasional akan kita jerat hukuman mati. Semua pelaku, baik warga negara kita maupun warga asing akan menerima hukuman yang sama. Kita tidak beda-bedakan. Kita akan tegas dengan narkoba ini,” tegas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Dit Resnarkoba Polda Kaltara berhasil menggagalkan sabu 10,066 kg siap edar di Muara Tanjung Haus, Kayu Mati, Perairan Nunukan, Kamis (6/12/2018) lalu. Barang haram itu dibawa oleh dua orang  WNA asal Filipina yang masing-masing bernama Abdul Impak (52) dan Dullah (55).

Pengungkapan kasus itu bermula ketika tim Ditreskoba Polda Kaltara mendapatkan informasi akan ada pengiriman sabu seberat 10 kilogram dari Pelabuhan Kuala Tawau, Malaysia pada Rabu (5/12/2018). Tetapi, karena pada saat itu sedang ada patroli dari Polis Diraja Malaysia, pengiriman sabu pada saat itu dibatalkan.

Setelah patroli itu selesai, tepatnya pada Kamis (6/12/2018), sabu itu kembali dikirim melalui Sungai Aji Kuning dan akan diterima oleh seseorang bandar di Muara Tanjung Haus.

Mendengar informasi tersebut, tim Dit Resnarkoba Polda Kaltara langsung menuju lokasi dengan menggunakan speedboat. Tiba di lokasi, tim langsung melakukan pengintaian terhadap setiap perahu kayu yang melintas di sekitar muara.

Tiba-tiba, sekitar pukul 09.00 Wita, sebuah perahu kayu berwarna biru melintas. Karena perahu tersebut dicurigai, tim langsung melakukan pengejaran dan menggeledah setiap bagian perahu.

Alhasil, tepatnya di bagian depan perahu itu, ditemukan sebuah jerigen yang tersimpan rapi. Setelah diperiksa, ternyata jerigen tersebut berisi sabu seberat 10,066 kg yang siap untuk diserahkan kepada bandar.

Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit mengatakan, barang haram tersebut rencananya akan diselundupkan ke Kabupaten Nunukan.

“Kasus ini kita lidik selama kurang lebih satu bulan. Dan Alhamdulillah, berhasil kita ungkap dan kita amankan dua orang tersangka yang semuanya WNA,” kata kapolda saat konferensi pers kasus 10 kilogram sabu di Mapolda Kaltara, Kilometer 9 Desa Bumi Rahayu, Kamis (13/12/2018). (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Nurul Lamunsari

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 14 Desember 2018