Kaltim

Maskapai Penerbangan di Berau Enggan Beroperasi

Bandara Kalimarau tidak mengalami peningkatan jumlah penumpang sejak awal pandemi hingga saat ini. (Rama/KK)
  • Jumlah Penumpang Belum Meningat

TANJUNG REDEB – Bandar Udara (Bandara) Kalimarau belum bisa beroperasi secara normal meskipun menurut data dari Dinas Kesehatan, kasus Covid-19 di Kabupaten Berau turun secara signifikan.

Kasi Pelayanan dan Kerjasama Bandara Kalimarau, Erma mengungkapkan, hal tersebut dapat terjadi karena jumlah calon penumpang belum menunjukan tren peningkatan sehingga beberapa maskapai masih enggan membuka rute dari dan menuju Berau.

Dikatakan Erma, sebenarnya kontrak maskapai dan bandara masih ada dan baru akan berakhir pada akhir tahun 2021. Namun melihat kurangnya minat calon penumpang membuat maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air masih memutuskan untuk menutup sementara rute Bumi Batiwakkal.

“Untuk kontrak kerjasama dengan pihak airlines masih jalan sampai akhir tahun 2021,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (13/10).

Maskapai yang masih melayani penerbangan dari dan menuju Berau adalah Wings Air. Sedangkan untuk Susi Air hanya melayani rute Bandara Kalimarau-Bandara Maratua. “Iya untuk sementara masih dua maskapai yang beroprasi, Wings Air dan Susi Air yang melayani penerbangan perintis,” sambungnya.

Berdasarkan data per 1 Oktober 2021, jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Kalimarau belum mencapai 400 penumpang setiap hari. Padahal menurutnya, bandara dapat melayani lebih dari 800 penumpang yang berangkat setiap hari pada kondisi normal.

“Penumpang take off itu masih berada pada angka dibawah 400 orang, rata-rata perhari 305 penumpang, jadi hingga saat ini belum normal,” tuturnya.

Sehingga menjadi hal wajar beberapa maskapai menutup sementara penerbangan di Bandara Kalimarau karena dari segi bisnis, jika memaksa untuk tetap membuka pelayanan, pihak maskapai kemungkinan akan mengalami kerugian karena biaya operasional pesawat yang cukup tinggi. “Maskapai pasti memperhitungkan untung ruginya jika membuka penerbangan,” ucap Erma.

Ia menambahkan, keinginan dari pihak bandara tentunya maskapai dapat kembali beroperasi secara normal. Ini juga menandakan perekonomian masyarakat sudah mulai pulih. “Kalau penerbangan normal, berarti roda perekonomian juga kembali berputar,” pungkasnya. (*)

Sumber: Koran Kaltim

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment