Bulungan

Masa Jabatan Singkat, Kebut Penuntasan Program

Bupati Bulungan Syarwani dan Wakil  Bupati Bulungan Ingkong Ala, usai dilantik oleh Gubernur Kaltara beberapa waktu lalu. (Foto : Nurjannah/ Koran Kaltara)
  • Targetkan Mal Pelayanan Publik Beroperasi Tahun Ini

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara Sesuai SK Kemendagri, masa jabatan bupati dan wakil bupati (Wabup) hasil Pilkada serentak 2020 hanya sekitar 3,5 tahun. Termasuk bagi bupati dan wabup Bulungan. Dengan masa jabatan yang dinilai relatif singkat, tentunya perlu memiliki strategi khusus untuk bisa merealisaskan sejumlah target capaian untuk visi dan misi yang diusung ke depan.

Tak hanya bupati dan wakil bupati, seluruh kepala daerah hasil Pilkada 2020, termasuk gubernur dan wakil gubernur memiliki masa jabatan yang sama. Hanya sekitar 3,5 tahun.

Terkait hal itu, Bupati Bulungan Syarwani memiliki strategis khusus dengan masa jabatan yang tidak sampai lima tahun itu. Menurutnya, bukan hal yang mustahil dalam waktu yang singkat itu pihaknya tetap dapat berbuat maksimal.

“Dengan kondisi yang ada saat ini, tentu kita harus berlari untuk merealisasikan visi dan misi serta program kerja yang sudah disusun,” kata Syarwani.

Ia menegaskan, sepanjang rencana itu dikerjakan sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan, pasti hasil-hasil yang baik akan didapatkan. “Insya Allah pasti ada jalan untuk kita berbuat yang terbaik untuk Bulungan ini ke depannya,” tegas dia.

Melihat kondisi yang ada saat ini, Syarwani telah menegaskan, bahwa dirinya Bersama wabup, Ingkong Ala tidak ada target 100 hari kerja.

Sementara itu, dari sekian banyak program yang diusung, bupati salah satunya yang akan dikebut realisasinya adalah beroperasinya Mal Pelayanan Publik (MPP). Sebagai wujud perbaikan pelayanan kepada masyarakat.

“MPP merupakan salah satu dari 15 program kerja kami. Dan itu yang sudah disampaikan kepada masyarakat. Program lainnya, adalah di sector pertanian. Melalui Dinas Pertanian (Dispertan) telah dilaporkan soal ada kegiatan seperti food estate yang masuk di program Mandau Tani yang juga bagian dari 15 program tersebut,” ungkap Syarwani.

Sambil berjalan, lanjutnya, meskipun tidak kelihatan secara langsung hasilnya.  Namun hal itu bisa dilakukan. “Karena program Mandau Tani ini kan bagaimana mengintegrasikan sektor pertanian secara keseluruhan dari hulu sampai hilir,” katanya.

Syarwani tetap optimistis ke depan dapat berbuat yang terbaik bagi masyarakat di tengah kondisi masa jabatan yang terbatas. Dengan situasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini. (*)

Reporter: Norjannah
Editor:Edy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah