Malinau

Marleni Siap Bantu dan Rawat Pasien Covid-19 di Apau Kayan

Marleni Rovana, perawat dari RSUD Malinau yang ikut ke Apau Kayan. (foto: Sollaimansyah)

MALINAU, Koran Kaltara – Dari delapan tenaga kesehatan yang dikirimkan ke Apau Kayan, salah satunya adalah Marleni  Rovana (34), perawat RSUD Malinau. Dengan bekal pengalaman dalam penanganan pasien Covid-19, dia mengaku tidak ada keraguan saat dimintai berangkat ke Apau Kayan.

“Saat saya ditanya apakah sudah siap ditugaskan, saya katakan siap. Memang saat menghubungi teman-teman lainnya, ada beberapa yang tidak siap, karena pertimbangan keluarga,” ungkap dia kepada Koran Kaltara, Kamis (8/7/2021) siang.

Apalagi informasinya, kata dia,  di wilayah Apau Kayan saat ini sudah tidak kondusif karena penyebaran Covid-19 begitu cepat.

“Jadi memang harus betul-betul siap untuk mengantisipasinya agar tidak terjangkit,” katanya.

Berdasarkan pengalaman selama di ruang isolasi menangani pasien Covid-19, dia mengungkapkan yang memang harus dipersiapkan adalah Alat Pelindung Diri (APD).

“Itu paling utama. Sebelum berangkat segala sesuatu seperti APD harus tersedia. Memang di RSUD Pratama Long Ampung masih sangat minim peralatannya. Makanya, kita dari sini sudah mempersiapkannya, ” ungkapnya.

Selain APD, kata dia, ada yang lebih urgen dibutuhkan, yaitu oksigen untuk pasien Covid-19. “Jadi yang diutamakan memang oksigen dan obat-obatan untuk pasien,” kata dia.

Menurut dia, untuk penanganan pasien Covid-19 memang harus betul-betul membutuhkan imunitas tubuh kuat dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Terpenting,  selain imunitas tubuh yang dijaga, kita sebagai tenaga kesehatan harus menghindari stres. Karena stres itu yang bisa menurunkan imunitas tubuh kita,” jelasnya.

Dia mengatakan, rekan seprofesinya yang terpapar Covid-19 kemunginan kaget, apalagi baru pertama kali menangani pasien.

“Hal itu mempengaruhi pikiran dan down, lalu stres, sehingga mudah terpapar. Di samping itu, untuk memangani pasien Covid ini, memang APD harus lengkap, bahkan tiga lapis,” ungkap dia.

Marleni mengaku sudah mendapatkan izin dari orangtuanya. “Awalnya, mama saya bertanya kenapa kamu lagi. Tapi begitu saya jelaskan, bahwa sudah menjadi tugas sebagai tim medis dan membantu masyarakat di sana, Akhirnya mama mengizinkan,” jelas dia.

Leni meminta doa dan dukungan dari masyarakat Malinau agar penugasannya membantu masyarakat Apau Kayan dalam keadaan sehat.

“Kami mohon doanya, agar kami tetap selalu sehat dan dalam perlindungan Tuhan demi menjalankan misi kemanusiaan ini,” pungkasnya. (*)

BACA JUGA :

Reporter: Sollaimansyah
Editor: Sobirin

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment