Nunukan

Lima Pelajar Malaysia Dideportasi Imigrasi Nunukan

Para warga Malaysia yang akan dipulangkan setelah mendapatkan akun cemas dari Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak. (Foto: Asrin/Koran Kaltara)
NUNUKAN, Koran Kaltara - Setelah sekian lama berada di detensi, Dave Delferra Balasius (14) akhirnya dipulangkan setelah mendapatkan akun cemas atau dokumen seperti parpor untuk sekali jalan dari Konsulat Jendela Malaysia di Pontianak, Senin (24/12/2018) pagi. Dave yang merupakan seorang pelajar ini sebelumnya pernah diamankan Polsek KSKP Tunon Taka lantaran masuk ke Nunukan tanpa dokumen…

NUNUKAN, Koran Kaltara – Setelah sekian lama berada di detensi, Dave Delferra Balasius (14) akhirnya dipulangkan setelah mendapatkan akun cemas atau dokumen seperti parpor untuk sekali jalan dari Konsulat Jendela Malaysia di Pontianak, Senin (24/12/2018) pagi.

Dave yang merupakan seorang pelajar ini sebelumnya pernah diamankan Polsek KSKP Tunon Taka lantaran masuk ke Nunukan tanpa dokumen resmi. Dave tiba di Nunukan lantaran diajak rekan prianya untuk bermain-main di Nunukan.

Remaja putri asal Sabah Malaysia itu diamankan Polsek KSKP pada Jumat (14/12/2018) lalu. Namun, Sabtu (15/12/2018), Dave  diserahkan ke Imigrasi untuk menunggu proses lanjutan.

BACA JUGA: Gadis ABG Asal Malaysia Ditahan Imigrasi

Setelah itu, Jumat (21/12/2018), kedua orangtua Dave tiba di Nunukan untuk mendampingi kepulangan anaknya, namun masih terkendala belum ada dokumen paspor sekali jalan yang dikeluarkan oleh Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak.

Meski begitu, keesokan harinya Sabtu (22/12/2018), dokumen sekali jalan Dave pun tiba dan langsung diserahkan oleh petugas Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak oleh Asisten Atase Imigresen Malaysia, Muniandy Selvaraj, kepada Imigrasi Nunukan.

Sehingga, Senin (24/12/2018) pagi, Dave pun akhirnya dipulangkan melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tunon Taka Nunukan dengan tujuan Tawau, Sabah – Malaysia menggunakan Kapal Fery Labuan Express 5.

Selain Dave, sejumlah pelajar Malaysia ikut dipulangkan oleh Imigrasi Nunukan. Setidaknya ada empat pelajar lainnya dan satu orang dewasa yang dideportasi.

Kepala Imigrasi Nunukan Hanton Hazali melalui Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian (Lalintalkim) Kantor Imigrasi Klas II B Nunukan Agustian Nugraha Syahputra mengatakan, ke enam warga Malaysia ini dideportasi karena telah melanggar Pasal 75 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

“Mereka masuk tanpa dokumen resmi. Jadi sesuai undang-undang, maka kita pulangkan,” terangya, Senin (24/12/201,).

Mereka dipulangkan setelah mendapatkan dokumen sekali jalan dari petugas Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak dan diserahkan langsung oleh Asisten Atase Imigresen Malaysia, Sabtu (22/12/2018).

“Jadi ketika masuk ke Indonesia mereka hanya menggunakan IC Malaysia. Dan tidak memiliki dokumen lainnya,” bebernya.

Seharusnya jika ingin bebas bermain di Indonesia, warga Malaysia harus melintasi perlintasan resmi dan mengikuti prosedur yang sudah disepakati antarnegara.

Apalagi, sebagain besar mereka yang dideportasi merupakan anak yang masih di bawah umur dan masih berstatus pelajar. “Kasihan mereka jika harus ditangkap,” bebernya.

Para WNA Malaysia yang dideportasi akibat masuk Indonesia secara illegal masing-masing; Jainnah Binti Lahadi (44), Nursyariah Binti Astani (15), Janatul Binti Jumain (12), Muhammad Hairy Akmal (10), Auliah Risqinah Binti Jumain (7) dan Dave Delferra Balasius (14). Mereka semua warga Sabah. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Didik