Hukum Kriminal

Libur Kuliah, Mahasiswa di Tarakan jadi Kurir Sabu

Dir Resnarkoba Polda Kaltara AKBP Agus Yuliyanto didampingi Kabid Humas AKBP Berliando saat merilis pengungkapan narkoba seberat 918,57 gram. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Bandar Masih Diburu, Sabu Hampir Sekilo Diamankan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Seorang mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Makassar berinisial HA diringkus jajaran Direktorat Narkoba (Dit Narkoba) Polda Kaltara di sebuah ruko yang berada di Jalan Mulawarman, Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan pada Minggu (21/6/2020) lalu. Ia ditangkap lantaran nekat menjadi kurir sabu bersama dengan rekannya berinisial AR.

Kapolda Kaltara Irjen Pol Indrajit, melalui Dir Resnarkoba AKBP Agus Yuliyanto mengatakan, dari tangan kedua tersangka itu berhasil diamankan barang bukti berupa sabu seberat 918,57 gram atau hampir mencapai 1 kilogram. Kepada polisi, HA mengaku nekat menjadi kurir sabu lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

Yang satu pelaku ini (HA, red) masih berstatus mahasiswa di Makassar, tapi dia warga Tarakan. Pulang ke Tarakan karena situasi Covid-19 kan. Sedangkan mereka butuh dana. Mereka juga ini pemakai (pengkonsumsi sabu),” katanya dalam rilisnya, Senin (29/6/2020).

Dari pengakuan kedua tersangka ini, kata Agus, mereka mendapatkan imbalan sebesar Rp15 juta jika berhasil menyerahkan barang haram itu kepada seseorang asal dari Sulawesi ketika tiba di Tarakan. Namun berkat keuletan petugas kepolisian, transaksi itu bisa segera digagalkan sebelum dibawa ke Sulawesi Selatan. Barang haram itu juga, didapatkan dari seseorang kurir yang merupakan warga Tawau, Malaysia.

“Mereka (HA dan AR) ini sebenarnya tidak tahu, siapa yang bawa dari Tawau ke Tarakan dan siapa yang akan jemput ke Sulawesi (Sulsel). Karena mereka komunikasi melalui HP saja. Yang bawa dari Tawau itu memang sudah nentukan, lokasi sabu ini disimpan. Nanti si HA yang ambil. Begitu juga yang akan bawa ke Sulawesi, dia (HA) juga tidak pernah tahu siapa. Katanya kalau barang itu sudah diserahkan (dibawa ke Sulawesi) dia ada imbalan Rp15 juta,” bebernya.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan pihaknya, barang haram itu rupanya dikendalikan oleh seseorang yang sudah mendekam di lapas Tarakan. Lanjut Agus, pihaknya juga bakal melakukan koordinasi dengan pihak Lapas Tarakan untuk mencari tahu peran seseorang yang didalam lapas tersebut.

Namun pihaknya menduga, seseorang yang didalam lapas itu merupakan otak atau bandar atas peredaran narkoba seberat 918,57 gram yang diamankan itu. Pihaknya juga sudah menentukan satu orang daftar pencarian orang (DPO) yang berada di Sulawesi atas kasus tersebut. “Ada satu orang di Sulawesi masuk DPO kita. Yang didalam lapas juga, nanti kita koordinasikan dengan pihak lapas. Intinya, kasus ini masih akan kita kembangkan lagi,” pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka ini akan dikenakan pasal 114 (2) Subsider Pasal 112 (2) Junto Pasal 132 (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah