Nunukan

Lewat Program Plasma, Disdukcapil Nunukan Terbitkan 925 Akta Kelahiran

RSUD Nunukan salah satu mitra Disdukcapil untuk penerbitan akta kelahiran. (Foto: Sabri)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Program Pelayanan Akta Kelahiran Berbasis Kerja Sama (Plasma) dengan melibatkan beberapa instansi dan organisasi, memudahkan masyarakat khususnya dalam mendapatkan akta kelahiran. Dari program Plasma, akta kelahiran yang dicetak Disdukcapil Nunukan berjumlah 925 lembar.

Kepala Seksi (Kasi) Kelahiran dan Kematian Disdukcapil Nunukan, Elsiana Tibian mengungkapkan, dalam program Plasma, Disdukcapil bekerja sama dengan beberapa instansi dan organisasi sebagai mitra kerja, di antaranya RSUD Nunukan, Disdikbud Nunukan, Gerakan Pramuka Sebatik Barat, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Nunukan dan Tim Pengerak PKK.

Berdasarkan data hingga bulan April 2020, tercetak 925 lembar akta, rinciannya, RSUD 599 lembar, Disdikbud 61 lembar, Pramuka 61 lembar, TP PKK 81 lembar dan IBI sebanyak 130 lembar.

“Jadi masyarakat sangat terbantu, sebab dalam pengurusan dokumen persyaratan akta difasilitasi oleh mitra kerja. Misalnya di RSUD, ibu-ibu yang melahirkan, nanti dibantu oleh bidan dan staf RSUD. Bahkan sebelum keluar dari rumah sakit, aktanya sudah jadi,” ujar Elsiana, Senin (1/6/2020)

Kepala Disdukcapil Nunukan Ahmad mengatakan, tujuan program Plasma adalah bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam mendapatkan akta kelahiran.

Program ini juga, bukan hanya untuk anak – anak yang baru lahir, namun yang remaja bahkan lanjut usia (lansia) juga mendapatkan akta lahir. Karena selain akta, kartu keluarga atau dokumen lainnya secara otomatis akan didapatkan oleh kepala keluarga terkait dengan kelahiran seorang anak.

“Kedepannya bukan hanya akta kelahiran, berbagai layanan kependudukan lainnya seperti akta kematian,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Nunukan, dr. Dulman melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Kemitraan RSUD Nunukan, Khairil mengatakan, pola kerja sama dengan Disdukcapil Nunukan tentang layanan akta kelahiran dimulai dari umur 0 – 60 hari kelahiran dan gratis.

Peran dari RSUD, yakni melayani persalinan, kemudian mengeluarkan Surat Keterangan Lahir (SKL) yang ditandatangani oleh Direktur RSUD.

Pasien yang melahirkan akan ditawari oleh tenaga bidan dan staf RSUD untuk difasilitasi penerbitan akta. Pasien hanya melengkapi persyaratan seperti KTP suami istri, kartu keluarga, surat nikah dan saksi.

Setelah menyerahkan persyaratan tersebut, nanti staf RSUD akan meneruskan berkas ke manajemen sampai ke Disdukcapil Nunukan. “Jadi tidak perlu lagi ke Disdukcapil. Semuanya sudah diuruskan oleh staf RSUD,” ujar Khairil. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah