Politik

Lewat Podcast, Target Tayang 3 – 4 Kali Setiap pekan

Podcast perdana dihadiri Ketua KPU Kaltara Suryanata Al-Islami (kanan) sebagai narasumber. (Foto: Rizqy)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan kini memiliki media informasi sendiri, untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, utamanya terkait Pemilihan Umum (Pemilu).

Media informasi berupa podcast tersebut dilaunching pada Senin (22/11/2021) oleh Ketua KPU Kaltara Suryanata Al-Islami.

Program dengan nama Tenguyun Podcast KPU Bulungan ini, merupakan wadah atau sarana sosialisasi penyelenggara menjelang Pemilu serentak tahun 2024.

Ketua KPU Bulungan Lili Suryani mengatakan, bahwa podcast tersebut merupakan ide komisioner untuk memberikan ruang informasi yang lebih kekinian. Mengingat sebagian besar masyarakat menggunakan smart phone atau perangkat sejenis yang gemar menonton YouTube, FaceBook dan media sosial lainnya.

“Sekarang lagi ngetrend podcast, dia lebih santai informasi yang disampaikan bisa lebih banyak. Apalagi pandemi butuh hal seperti itu. Tak harus mengundang orang banyak tapi informasi sampai kepada masyarakat,” kata Lili Suryani, kemarin.

Tayangan podcast tersebut, nantinya akan menghadirkan seluruh penyelenggara. Baik komisioner KPU Provinsi Kaltara, KPU Bulungan, termasuk KPU kabupaten/kota yang lain di Kaltara. Begitu pula dengan seluruh penyelenggara pengawas atau Bawaslu.

“Termasuk juga nanti partai politik, stakeholder, termasuk unsur Muspida. Nanti temanya akan berganti-ganti. Tergantung isu apa yang tengah beredar, kaitannya dengan pemilihan. Melalui podcast ini juga bisa menyampaikan tahapan yang tengah berjalan atau akan dilaksanakan,” jelasnya.

Dia menargetkan, bisa menayangkan podcast melalui YouTube dan Facebook 3 sampai 4 kali dalam sepekan.

Setelah diawali oleh Ketua KPU Kaltara perdana melakukan rekaman, kemudian dilanjutkan dengan narasumber lainnya.

Lili juga menyebutkan, dalam upaya sosialisasi pendidikan pemilih ini, ada pula kegiatan lain yang dilakukan, diantaranya kader Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) dan Gerakan Desa Melindungi Hak Pilih.

“Untuk kader DP3 kita sudah punya grup. Mereka nantinya jadi penyambung informasi ke desa di mana per desa ada 25 orang kader. Jumlah desa yang sudah MoU dengan KPU ada 5 desa. Total ke depan ada 8 desa yang akan jadi pilot project. Untuk yang lima desa sudah MoU ada 1 desa di Sekatak dan 4 desa di Tanjung Palas Timur,” tambahnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Eddy Nugroho

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment